SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya membangun kesadaran demokrasi sejak usia sekolah terus digencarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng.
Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula yang digelar di SMAN 1 Kubutambahan, Selasa (3/1/2026).
Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas X yang diproyeksikan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.
Para siswa dibekali pemahaman dasar mengenai demokrasi, hak pilih, serta peran strategis generasi muda dalam menentukan arah bangsa.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata menekankan pentingnya pendidikan demokrasi dan politik sejak bangku sekolah.
Hal tersebut dinilai sebagai pondasi utama untuk mencegah rendahnya partisipasi pemilih atau golongan putih (golput).
Menurutnya, rendahnya partisipasi pemilih dapat berdampak langsung pada kualitas demokrasi dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Karena itu, generasi muda perlu dibekali sikap kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas, baik sebagai pemimpin maupun sebagai warga negara.
“Pendidikan demokrasi sejak dini penting agar siswa memahami politik yang bersih, jujur, dan berintegritas,” ujarnya.
Selain pemahaman nilai demokrasi, para siswa juga diberikan penjelasan mengenai tata cara dan teknis pemungutan suara.
Hal ini bertujuan agar mereka memiliki gambaran yang jelas saat nanti menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS).
Arya mengajak siswa melakukan refleksi atas materi yang telah disampaikan. Ia juga mengingatkan agar pemilih pemula tidak mudah terpengaruh politik uang, berani melapor jika terjadi intimidasi, memperjuangkan aspirasi secara konstitusional, hadir ke TPS, dan tidak menjadi bagian dari golput. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya