SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, mengingatkan seluruh kader partai di Kabupaten Buleleng agar bekerja secara disiplin serta aktif hadir di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat pengukuhan pengurus anak cabang, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan di GOR Bhuana Patra, Minggu (15/3/2026).
Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa para kader yang baru dikukuhkan harus menjalankan tugas organisasi dengan berpedoman pada aturan partai, mulai dari AD/ART hingga kebijakan politik yang telah ditetapkan.
Menurutnya, kekuatan PDIP tidak hanya terletak pada kelengkapan struktur organisasi, tetapi juga pada kedisiplinan kader dalam menjalankan garis perjuangan partai.
“Kader harus benar-benar bekerja dengan disiplin, taat pada AD/ART dan seluruh kebijakan partai. Yang paling penting, selalu berada di tengah masyarakat,” tegas Koster.
Ia menambahkan, kader partai juga memiliki peran penting sebagai penyalur aspirasi masyarakat sekaligus penggerak dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Dengan peran tersebut, program pembangunan diharapkan dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan warga.
Koster yang juga menjabat sebagai Gubernur Bali itu menjelaskan bahwa secara organisasi, struktur PDI Perjuangan di Bali telah terbentuk hingga tingkat dusun.
Di Kabupaten Buleleng sendiri, terdapat sekitar 4.571 pengurus yang tersebar dari tingkat DPC, PAC, ranting hingga anak ranting.
Menurutnya, keberadaan struktur organisasi yang lengkap tersebut tidak semata-mata dipersiapkan untuk menghadapi agenda politik tertentu.
“Kami tidak hanya fokus pada Pemilu 2029. Struktur ini harus bekerja untuk seluruh agenda politik partai dan juga untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, menjelaskan pembentukan struktur partai hingga tingkat banjar bertujuan memperkuat koordinasi organisasi di tingkat akar rumput.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para perbekel dan bendesa adat se-Buleleng dalam kegiatan pengukuhan tersebut.
Menurutnya, keberadaan struktur partai hingga desa dan banjar diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara partai, pemerintah desa, dan desa adat.
Saat ini, kata Supriatna, struktur PDI Perjuangan telah terbentuk di seluruh 148 desa dan kelurahan di Buleleng, serta mencakup sekitar 550 banjar.
“Dengan struktur sampai banjar, koordinasi akan lebih mudah dan kerja-kerja organisasi bisa lebih efektif,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam program kerja 2025–2026, partainya akan lebih banyak mengarahkan kegiatan yang menyentuh desa dan desa adat.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat demokrasi di Kabupaten Buleleng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya