SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Di tengah berdekatananya sejumlah hari besar keagamaan, masyarakat diingatkan untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menegaskan Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan pentingnya saling menghormati dan menjaga toleransi antarumat beragama.
"Hambatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara salah satunya adalah persoalan toleransi, kemudian fanatik agama yang berlebihan," ujar Kariyasa saat ditemui pada Selasa (2/6/2026).
Politisi asal Buleleng itu menilai para pemimpin di semua tingkatan perlu menghadirkan program yang mampu memperkuat semangat kebhinekaan dan toleransi di tengah masyarakat.
Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.
Ia mencontohkan Indonesia yang terdiri atas beragam suku, agama, budaya, dan bahasa tetap mampu hidup berdampingan secara harmonis.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah negara yang masih menghadapi konflik sosial maupun pertentangan antarkelompok.
Karena itu, Kariyasa menilai penguatan ideologi Pancasila menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas dan masa depan bangsa.
Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa konflik yang dipicu perbedaan ideologi seringkali membawa dampak besar dan merugikan masyarakat.
"Apalagi Indonesia ini terdiri dari banyak pulau, banyak suku, bahasa, dan sebagainya. Nah, tentu ideologi Pancasila ini sebagai perekat," lanjutnya.
Di sisi lain, Kariyasa mengakui bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan kemiskinan hingga tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.
Menurutnya, nilai gotong royong yang menjadi bagian dari jati diri bangsa harus terus dihidupkan sebagai modal sosial dalam menghadapi berbagai persoalan nasional.
Dengan semangat persatuan dan berpegang teguh pada Pancasila, berbagai tantangan diyakini dapat dihadapi bersama.
"Semua pihak harus bergotong royong membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat saat ini," tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya