Siapkan Pemilih Cerdas 2029, KPU Buleleng Tanamkan Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Seririt

Eka Prasetya • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 12:28 WIB
PENDIDIKAN POLITIK: Suasana sosialisasi dan pendidikan politik kepada siswa di SMAN 1 Seririt. (KPU BUleleng)
PENDIDIKAN POLITIK: Suasana sosialisasi dan pendidikan politik kepada siswa di SMAN 1 Seririt. (KPU BUleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemilu 2029 memang masih sekitar tiga tahun lagi. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan para calon pemilih sejak dini. 

Salah satunya melalui program Pendidikan Demokrasi yang kali ini menyasar siswa SMAN 1 Seririt, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Buleleng membangun kesadaran politik generasi muda sekaligus membekali mereka dengan pemahaman dasar mengenai demokrasi dan kepemiluan sebelum menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya.

Rombongan KPU Buleleng diterima Kepala SMAN 1 Seririt, Ngurah Putu Wiswayana, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas I Kadek Mustika beserta jajaran sekolah. Sosialisasi diikuti siswa kelas XI jurusan IPS dan Bahasa.

Dalam sambutannya, Ngurah Putu Wiswayana mengapresiasi konsistensi KPU Buleleng yang beberapa kali menjadikan SMAN 1 Seririt sebagai lokasi pendidikan demokrasi. 

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan bekal penting bagi para siswa yang nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

"Siswa kami merupakan pemilih pemula yang belum pernah menggunakan hak pilih, sehingga melalui kegiatan ini akan memperoleh pengetahuan mengenai kepemiluan sebagai bekal menghadapi Pemilu Tahun 2029," ujarnya.

Ia juga mendorong para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk aktif berdiskusi. Menurutnya, pengalaman para penyelenggara pemilu menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi pelajar.

Materi pendidikan demokrasi disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. 

Penyampaian materi diawali dengan pertanyaan interaktif yang mengajak siswa berpikir mengenai alasan pemilu harus diselenggarakan sebagai wujud kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi.

Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga menyampaikan pandangan mereka mengenai praktik demokrasi di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Putu Arya menjelaskan berbagai materi dasar kepemiluan, mulai dari pentingnya pemilu dalam sistem demokrasi, sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia, syarat menjadi pemilih, hingga pengenalan jenis-jenis surat suara yang akan diterima masyarakat saat hari pemungutan suara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
kpu demokrasi pendidikan pemilu buleleng