SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, Indonesia dinilai masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pemerintah belum maksimal mengelola potensi sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.
Kariyasa mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan alam yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, melimpahnya SDA tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
”Sumber daya alam yang melimpah di setiap wilayah, tidak bisa termanfaatkan bagi kemakmuran rakyat. Seharusnya di usia ini, rakyat sudah sejahtera seperti negara lain,” katanya.
Menurut politisi asal Buleleng itu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa makna kemerdekaan masih belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Ia menilai pemerintah perlu lebih serius menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Kariyasa juga menyoroti munculnya aksi penolakan terhadap simbol-simbol negara di sejumlah daerah.
Perusakan lambang negara hingga penurunan bendera Merah Putih, menurut dia, menjadi sinyal adanya persoalan yang tidak boleh diabaikan pemerintah.
Dia menilai aksi tersebut dapat menjadi cerminan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang belum terselesaikan. Karena itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret untuk menjawab persoalan tersebut.
”Persoalan bangsa harus diselesaikan pemerintah, tapi jangan sampai rasa persatuan, nasionalisme, penghormatan terhadap bangsa itu menjadi luntur,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng