SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng terus berupaya memperkuat literasi politik generasi muda.
Teranyar, KPU Buleleng menggelar Sosialisasi Pendidikan Demokrasi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng, Senin (28/9/2026).
Sosialisasi tersebut khusus menyasar mahasiswa yang notabene menjadi pemilih pemula dan pemilih muda.
Agenda tersebut dihadiri Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, serta Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata.
Acara dibuka oleh Kepala Biro Humas, Protokol, dan Kerjasama STIKES Buleleng, I Wayan Antariksawan, serta dihadiri Pembina Yayasan STIKES Buleleng, Gede Ivan Kresnayana.
Dalam sambutannya, Ivan Kresnayana mengapresiasi dinamisnya langkah KPU Buleleng dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman kepemiluan agar tidak menjadi pemilih yang apatis.
”Anak-anak muda perlu dibekali pemahaman demokrasi yang benar agar kelak mampu menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab,” tegas Ivan Kresnayana.
Dalam sesi pemaparan materi, Arya Suarnata mengajak para mahasiswa membedah alasan mendasar di balik pentingnya keberadaan pemilu di Indonesia.
Menurutnya, pemilu adalah sarana konstitusional dan damai untuk melakukan pergantian kepemimpinan demi melahirkan pemimpin yang berdaulat, adil, dan mampu menjaga kedamaian masyarakat.
Para mahasiswa juga diajak berdiskusi aktif melalui pertanyaan pemantik mengenai persentase partisipasi Gen Z dan milenial, dasar hukum UU No. 7 Tahun 2017, hingga peran tiga lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia.
Arya menguraikan secara gamblang pembagian peran ketiga lembaga tersebut. KPU bertugas menyiapkan teknis pelaksanaan seperti TPS dan KPPS, Bawaslu mengawasi seluruh tahapan agar sesuai regulasi, sedangkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bertugas menjaga integritas dengan memutus dugaan pelanggaran kode etik para penyelenggara.
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, menegaskan bahwa edukasi politik di lingkungan kampus ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang KPU Buleleng untuk memupuk kesadaran berdemokrasi secara berkelanjutan hingga menyongsong Pemilu 2029.
”Generasi muda bukan sekadar penonton, melainkan penentu arah masa depan demokrasi Indonesia. KPU Buleleng berkomitmen menggelar pendidikan pemilih secara berkala agar anak-anak muda siap menggunakan hak pilihnya secara kritis dan bijak saat waktunya tiba,” pungkas Dudhi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng