Gen Z Susah Direkrut karena Merantau, PDIP Buleleng Gejot Peran Kader Perempuan Akar Rumput

Eka Prasetya • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:42 WIB
DIKLAT KADER: Suasana rapat koordinasi dan diklat kader perempuan yang digelar PDI Perjuangan Buleleng. (PDIP Buleleng)
DIKLAT KADER: Suasana rapat koordinasi dan diklat kader perempuan yang digelar PDI Perjuangan Buleleng. (PDIP Buleleng)

 

RadarBuleleng.id – DPC PDI Perjuangan Buleleng terus memacu penguatan peran kader perempuan hingga tingkat akar rumput. 

Selain untuk meningkatkan keterlibatan politik perempuan, langkah ini vital untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat desa.

Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Perempuan DPC PDI Perjuangan Buleleng di Wisma PLN Candi Kuning, Bedugul, Selasa (6/10/2026). 

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan kader perempuan DPC dan PAC se-Buleleng, Gatriwara (Gabungan Istri Wakil Rakyat), hingga simpatisan partai.

Supriatna mengungkapkan, secara kuota keterwakilan perempuan di struktur PDI Perjuangan Buleleng sebenarnya sudah terpenuhi dari tingkat Ranting, PAC, hingga DPC. 

Namun, partai kini menghadapi tantangan serius dalam urusan regenerasi kader muda (Milenial dan Gen Z).

Sebabnya, mayoritas anak muda Buleleng memilih merantau keluar daerah usai lulus SMA, baik untuk melanjutkan kuliah ke Denpasar maupun bekerja.

”Untuk merekrut kader perempuan dari generasi milenial ini agak kesulitan. Setelah lulus SMA, banyak yang keluar kabupaten untuk kuliah atau kerja. Karena itu, peran kader senior yang aktif di desa dan kecamatan sangat penting untuk terus bergerak merangkul masyarakat,” ujar politisi asal Desa Tejakula tersebut.

Supriatna juga menyuarakan harapan agar pengurus DPP PDI Perjuangan lebih sering turun ke daerah guna memberikan penguatan ideologi dan motivasi langsung kepada kader di tingkat bawah.

Menanggapi tantangan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga), memperkenalkan program prioritas bertajuk Perempuan Penggerak Akar Rumput (PPAR).

Bintang menjelaskan, PPAR dirancang agar kader perempuan berani bersuara dan mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungannya. 

Pelatihan yang digelar di tingkat daerah diproyeksikan mencetak trainer yang siap mendidik kader di tingkat kecamatan dan desa.

”Perempuan jangan hanya dijadikan pelengkap kuota. Mereka punya peran strategis dan harus diberi ruang berkontribusi nyata. Melalui PPAR, para kader siap menjadi pelatih yang menggerakkan wilayahnya masing-masing,” tegas mantan Menteri PPPA tersebut.

Terkait sulitnya merekrut kader muda di Buleleng akibat migrasi tenaga kerja, Bintang menilai solusinya adalah dengan memperluas lapangan kerja dan peluang ekonomi lokal di daerah, sehingga anak muda tidak harus berbondong-bondong merantau. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Bali Hari Ini PDI Perjuangan Buleleng Politik Buleleng Gede Supriatna Bintang Puspayoga