SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng terus berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda.
Kali ini, KPU Buleleng menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula di SMKN 2 Seririt untuk mendorong lahirnya pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
Kedatangan tim KPU Buleleng disambut Kepala SMKN 2 Seririt, I Ketut Bawa.
Pihak sekolah mengapresiasi langkah KPU yang turun langsung memberikan pemahaman demokrasi kepada para siswa, terlebih momennya sangat pas menjelang agenda demokrasi internal sekolah.
”Jumat mendatang, sekolah kami akan menggelar pemilihan pengurus PKS dan Ketua OSIS. Edukasi dari KPU ini sangat relevan agar anak-anak bisa langsung mempraktikkan proses pemilu yang jujur dan adil di sekolah,” ujar Ketut Bawa.
Ia juga berpesan agar para siswa mampu menyebarkan kembali informasi dan pemahaman demokrasi yang diperoleh kepada rekan sebaya dan lingkungan sekitar secara netral tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Materi pendidikan pemilih dipaparkan langsung oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata.
Dalam pemaparannya, Arya mengenalkan tugas dan fungsi KPU, termasuk agenda rutin di luar tahapan pemilu seperti pendidikan pemilih, tata kelola kearsipan, hingga pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Arya menekankan kepada para siswa bahwa politik bukanlah hal yang tabu atau menakutkan, melainkan bagian penting dari sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang wajib dipahami secara bijak.
”Politik jangan diidentikkan dengan stigma negatif. Di lingkungan sekolah saja, kita sudah menerapkan tiga pilar demokrasi, yaitu kebebasan berpendapat, kesetaraan hak, serta musyawarah mufakat,” terang Putu Arya Suarnata.
Selain menjelaskan asas pemilu LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil), siswa juga diajak memahami pentingnya pengawasan partisipatif.
Menurutnya, menjaga kualitas demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk pemilih pemula.
Guna memberikan gambaran riil, materi diselaraskan dengan alur pemilihan Ketua OSIS, mulai dari pendaftaran calon, pemaparan visi-misi, pencoblosan, hingga penggunaan tinta di jari sebagai bukti sah telah menyalurkan hak pilih.
Di akhir sesi, KPU Buleleng membagikan berbagai tips menjadi pemilih cerdas bagi generasi muda. Para siswa didorong untuk selalu meriset rekam jejak, latar belakang, visi-misi, serta program kerja calon sebelum menentukan pilihan di TPS.
Selain itu, siswa diminta selalu kritis dan melakukan saring sebelum sharing agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun propaganda politik uang.
“Kami harap kedepan sebagai pemilih pemula dapat menentukan pilihan secara mandiri dan bertanggung jawab tanpa intervensi pihak manapun,” ujar Arya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka PrasetyaSumber : Radar Buleleng