Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diterjang Gelombang Pasang, Panggung Seni Budaya di Pantai Giri Emas Rusak Parah

Eka Prasetya • Minggu, 25 Januari 2026 | 17:09 WIB

 

DIGEMPUR OMBAK: Kerusakan panggung seni budaya yang dibangun di pesisir pantai Desa Giri Emas.
DIGEMPUR OMBAK: Kerusakan panggung seni budaya yang dibangun di pesisir pantai Desa Giri Emas.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Terjangan gelombang pasang air laut merusak panggung Stage Seni dan Budaya di Pantai Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Kerusakan dilaporkan terjadi sejak Selasa (21/1/2026) dan mencapai puncaknya pada Jumat (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. 

Hasilnya, sejumlah bagian bangunan panggung mengalami kerusakan cukup serius akibat terus-menerus dihantam gelombang pasang.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan gelombang pasang yang berlangsung beberapa hari terakhir menyebabkan struktur bangunan panggung tergerus dan membahayakan keselamatan.

“Gelombang pasang terjadi sejak 21 Januari dan mengakibatkan kerusakan pada pondasi dan lantai panggung seni budaya di Pantai Giri Emas. Kondisinya cukup mengkhawatirkan karena berada sangat dekat dengan garis pantai,” ujarnya.

Dari hasil asesmen, pondasi panggung dengan panjang 6 meter, lebar 4,5 meter, dan kedalaman sekitar 2 meter dilaporkan jebol akibat tergerus gelombang. 

Selain itu, lantai panggung dari cor beton setebal sekitar 4 sentimeter dengan ukuran yang sama juga mengalami kerusakan parah.

Tak hanya panggung utama, bangunan ruang rias yang berada di belakang panggung turut terdampak. 

Pondasi dan lantai ruang rias berukuran 3,5 meter x 3,5 meter mengalami retak-retak akibat hempasan gelombang, sehingga dinilai membahayakan jika tetap digunakan.

“Secara keseluruhan, nilai kerusakan ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta,” jelas Suyasa.

Saat ini, pihak Desa Giri Emas telah melakukan upaya penanganan darurat dengan mengamankan pondasi bangunan menggunakan karung plastik berisi pasir, guna mencegah abrasi lanjutan dan masuknya air laut ke area bangunan.

BPBD Buleleng juga memberikan rekomendasi agar lokasi panggung seni budaya dipindahkan lebih menjauhi garis pantai apabila dilakukan perbaikan. 

Selain itu, pemasangan tanda peringatan atau pengaman di sekitar lokasi sangat disarankan demi keselamatan masyarakat.

“Kami merekomendasikan agar lokasi panggung tidak lagi terlalu dekat dengan pantai dan diberikan tanda pengaman, sehingga masyarakat lebih waspada saat berada di sekitar bangunan,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sawan #bali #beton #bangunan #air laut #kerusakan #darurat #asesmen #Pasang #Gelombang #Giri Emas #bencana #bpbd #buleleng #gelombang pasang #panggung