SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Semarak budaya mewarnai pembukaan Sawan Festival 2026 yang digelar di kawasan Pantai Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Jumat (22/5/2026).
Festival bertema “Mangghosanaken Budaya” itu resmi dibuka Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.
Pembukaan Sawan Festival 2026 ditandai dengan prosesi pemukulan kulkul oleh Wakil Bupati Buleleng bersama jajaran pemerintah daerah.
Festival digelar sebagai upaya menjaga, merawat, dan melestarikan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang melibatkan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Sawan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui promosi UMKM dan potensi lokal daerah.
Camat Sawan, I Ketut Cantyana, mengatakan festival tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru di wilayah timur Buleleng.
Selain memperkuat identitas budaya Kecamatan Sawan, kegiatan itu juga diyakini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.
“Festival ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kecamatan Sawan,” ungkapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengajak masyarakat untuk terus mencintai seni dan budaya lokal sebagai identitas daerah yang harus dijaga bersama.
“Budaya dan seni lokal merupakan warisan luhur yang menjadi jati diri masyarakat Bali, khususnya Buleleng. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga memperkenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya.
Supriatna menilai festival budaya memiliki peran penting dalam memperkuat nilai tradisi sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurut dia, Sawan Festival bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan sarana promosi produk unggulan masyarakat, mulai dari hasil pertanian, kuliner, hingga kerajinan tangan lokal.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat luas. Saya berharap kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM,” katanya.
Berbagai penampilan seni budaya turut memeriahkan festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Salah satu yang menyita perhatian pengunjung yakni Tari Pendet Massal yang dibawakan anggota PKK desa se-Kecamatan Sawan.
Selain itu, panggung festival juga diramaikan Tari Kolaborasi Teruna Jaya dan Tari Legong Pengeleb dari Sanggar Seni Manik Utara, Tari Sapi Gerumbungan dari Sanggar Manik Mas Desa Sangsit, Gong Kebyar Legendaris Mebarung dari Desa Menyali dan Desa Sawan, hingga penampilan artis Bali, Bagus Wirata.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bingkisan kepada Panti Asuhan Saiwa Dharma Desa Kerobokan dan Panti Asuhan Destawan Desa Sawan sebagai bentuk kepedulian sosial. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya