SAWAN, RadarBuleleng.id – Warga Perumahan BTN Alam Sutra, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, mengeluhkan bau tak sedap yang berasal dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala.
Lokasi permukiman yang berada pada radius paling dekat—sekitar 150 meter dari TPA—membuat tumpukan sampah terlihat jelas dan menebarkan aroma tak sedap saban hari.
"Apalagi kalau musim hujan, baunya keras sekali menyengat," keluh Ketut Kondra, salah seorang warga BTN Alam Sutra, Senin (31/8/2026).
Menanggapi aduan warga, Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, Gede Supriatna, turun langsung meninjau area perumahan dan TPA Bengkala.
Usai melakukan pemantauan lapangan, Wabup Supriatna membenarkan ketidaknyamanan yang dialami warga akibat paparan bau bukit sampah tersebut.
"Setelah datang langsung ke lokasi, kami memang merasakan kondisi yang kurang nyaman dari sisi bau. Jaraknya memang sangat dekat, sekitar 150 meter dari pemukiman," ujar Gede Supriatna.
Gede Supriatna menegaskan Pemkab Buleleng tidak akan tinggal diam.
Pihaknya terus mengupayakan penanganan sistematis guna menemukan solusi pengolahan sampah berbasis teknologi agar limbah di TPA Bengkala dapat dimanfaatkan secara produktif.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng saat ini tengah melakukan penataan dan pengolahan tumpukan sampah di TPA Bengkala menggunakan metode Controlled Landfill.
Melalui metode ini, tumpukan sampah diratakan dan ditutup dengan lapisan tanah secara berkala untuk meminimalisir penyebaran bau serta mencegah munculnya lalat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng