SAWAN, RadarBuleleng.id – Nasib memprihatinkan menimpa Komang Swartini, 54, warga Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Sudah lebih dari dua tahun ia bersama anak laki-lakinya terpaksa bertahan hidup di dalam rumah dengan kondisi atap bolong dan struktur bangunan yang nyaris ambruk.
Dari keseluruhan bangunan huniannya, kini hanya tersisa satu kamar yang masih dianggap relatif aman untuk ditempati.
Swartini yang sehari-hari mengadu nasib sebagai pembantu rumah tangga mengaku tak punya pilihan lain lantaran keterbatasan ekonomi.
"Atapnya sudah lama bolong. Sebagian mulai roboh sekitar dua tahun lalu setelah diterjang hujan dan angin kencang. Sudah saya usulkan ke Pak Perbekel sejak tiga tahun lalu, tetapi katanya masih disuruh menunggu," tutur Swartini memelas, Senin (31/8/2026).
Mendengar kabar tersebut, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, turun langsung meninjau kondisi kediaman Swartini.
Berdasarkan pengecekan data perlindungan sosial Dinas Sosial P3A Buleleng, Swartini tercatat berada pada desil 3 dan sangat layak menerima bantuan perbaikan hunian.
Meski telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Swartini rupanya belum pernah mendapat sentuhan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Guna mempercepat proses penanganan tanpa terhambat birokrasi, Wabup Supriatna menegaskan Pemkab Buleleng bakal mengambil jalur cepat dengan menggandeng program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Bali Utara.
"Kondisi ini butuh penanganan secepatnya. Jika harus menunggu anggaran APBD, dikhawatirkan prosesnya memakan waktu lama. Maka dari itu, kami mengajak badan usaha untuk bergotong-royong memberikan bantuan perbaikan rumah ini agar segera layak huni," tegas Gede Supriatna. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng