Dihantam Kemarau Ekstrem, 900 KK di Desa Sinabun Buleleng Krisis Air Bersih

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:02 WIB
SUPLAI AIR BERSIH: Relawan PMI Buleleng menyuplai air bersih ke Desa Sinabun. (PMI Buleleng)
SUPLAI AIR BERSIH: Relawan PMI Buleleng menyuplai air bersih ke Desa Sinabun. (PMI Buleleng)

 

SAWAN, RadarBuleleng.id – Dampak kemarau ekstrem yang terjadi di kawasan Bali Utara kian meluas. 

Ratusan warga di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Buleleng, kini mengalami krisis air bersih parah akibat penurunan debit air drastis dari wilayah hulu.

Kondisi terparah melanda Banjar Dinas Menasa yang telah kekeringan sejak pertengahan Juli 2026. 

Bila di awal kemarau hanya sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, per akhir Agustus 2026 jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh 900 KK.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengungkapkan, menyusutnya sumber air di hulu membuat pasokan air bersih warga terputus total.

"Debit air di hulu menurun drastis sehingga masyarakat kesulitan mendapat akses air bersih. Kami rutin menyuplai 10 ribu liter air bersih setiap hari untuk mengisi tandon-tandon darurat berkapasitas 5.000 liter di pemukiman warga," ujar I Gede Suyasa, Selasa (1/9/2026).

Suyasa menambahkan, fenomena ini ditengarai akibat dampak El Nino yang memicu Hari Tanpa Hujan (HTH) relatif panjang di Buleleng. 

Pihaknya kini intens berkoordinasi dengan BMKG Wilayah III Denpasar untuk memantau pergerakan cuaca.

Guna memenuhi kebutuhan harian warga, BPBD Buleleng menggandeng sejumlah instansi untuk menyuplai air bersih ke desa tersebut.

Selain BPBD dan Perumda Tirta Hita Buleleng, Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng turut menerjunkan armada tangki air secara berkala.

Ketua Umum PMI Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa Desa Sinabun menjadi salah satu titik prioritas penanganan kekeringan paling ekstrem di Buleleng.

"Dalam sebulan terakhir saja, PMI Buleleng telah mendistribusikan sekitar 170 ribu liter air bersih ke daerah terdampak. Kebutuhan air warga memang sangat tinggi seiring merosotnya pasokan air permukaan," pungkas Gede Supriatna. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Kekeringan Buleleng Desa Sinabun Buleleng Gede Supriatna bpbd buleleng