SAWAN, RadarBuleleng.id – Dugaan penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah penjahit milik Made Supasni, 58, dan Nengah Nuriasa, 52, di Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng pada Jumat (18/9/2026) lalu mendapat tanggapan dari pihak korban.
Pemilik rumah, Nengah Nuriasa, secara terbuka menyanggah pernyataan Perbekel Desa Giri Emas, Wayan Saputra, yang sebelumnya menduga kuat si jago merah dipicu oleh percikan api dupa yang masih menyala di dalam ruangan.
Melalui pesan pribadi dari akun Facebook dengan nama Nara Pariama, Nuriasa menegaskan bahwa asumsi pemicu api dari dupa kurang masuk akal jika dilihat dari rentang waktu kejadian.
"Saya juga belum tahu penyebab pastinya, apakah karena listrik atau dupa. Namun menurut logika, istri saya sembahyang (maturan) di pelangkiran itu jam 6 pagi setelah mengepang rambut anak yang mau sekolah, sedangkan kejadian kebakaran sekitar jam 12 siang," kata Nuriasa.
Ia menambahkan, abu maupun bara dupa kecil umumnya akan habis terbakar hanya dalam kurun waktu sekitar 15 menit.
Selain itu, sang istri sempat dua kali bolak-balik keluar masuk kamar untuk mengambil barang hingga pukul 10.00 WITA dan tidak melihat adanya tanda-tanda kepulan asap maupun kobaran api.
"Istri saya dua kali keluar masuk kamar untuk ambil barang dan tidak ada api sampai jam 10 pagi," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, musibah kebakaran melanda bangunan berukuran 6x7 meter milik pasangan penjahit tersebut pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WITA.
Api pertama kali diketahui oleh saksi Kadek Armini, 39, dari area belakang rumah yang difungsikan sebagai ruang jahit.
Saat kejadian, Made Supasni yang dalam kondisi kurang sehat tengah tertidur di teras sebelum akhirnya terbangun dan dievakuasi warga.
Banyaknya material kain yang mudah terbakar serta tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat merambat hingga menghanguskan dua kamar tidur, dapur, kamar mandi, dua unit mesin jahit, serta dokumen penting dengan total kerugian mencapai Rp 80 juta.
"Diduga kuat pemicu kebakaran berasal dari percikan api dupa yang masih menyala," ujar Perbekel Desa Giri Emas, Wayan Saputra pada Jumat (18/9/2026). (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng