SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan yang melanda wilayah Buleleng beberapa waktu lalu, memicu sejumlah bencana di Desa Patemon, Kecamatan Seririt.
Tak main-main, pemerintah desa mencatat ada 11 titik bencana alam di desa tersebut. Mulai dari rumah tertimpa longsor, hingga tembok dan senderan jebol. Kerugian atas bencana tembus Rp 305 juta.
Perbekel Desa Patemon, Made Selamat mengatakan, wilayahnya diguyur hujan pada Sabtu (15/2/2025) sejak pukul 22.00 malam sampai Minggu (16/2/2025) dini hari.
Dampaknya terjadi longsor pada Minggu pukul 02.00 dini hari. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Banjar Dinas Pemaroan, Sibang, Tegal, dan Kawan.
Tercatat ada tiga rumah yang terdampak longsor. Yakni rumah milik Putu Arya, Ketut Pariasa, dan Ketut Bontoan.
Rumah Putu Arya yang berada di Banjar Dinas Sibang diketahui tertimpa longsoran senderan dari rumah tetangganya, Ketut Widiasa.
Akibatnya, dua kamar berukuran 3x3 meter dan dapur berukuran 3x5 meter tertimbun longsor. Kerugiannya mencapai Rp 30 juta.
Kemudian rumah Ketut Pariasa di wilayah Banjar Dinas Kawan mengalami kerusakan pada bagian kamar mandi dan dapur dengan total kerugian Rp 40 juta.
Sementara rumah milik Ketut Bontoan di wilayah Banjar Dinas Pemaroan yang terdampak longsoran tembok pagar milik tetangganya, Made Nila. Akibatnya rumah dengan ukuran 6x7 meter mengalami kerusakan atap. Perkiraan kerugian mencapai Rp 100 juta.
”Kejadiannya hampir serentak sekitar pukul 02.00 Wita. Astungkara, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Selain itu, tembok penyengker milik Nyoman Sweda di Banjar Dinas Sibang, dengan tinggi 1,5 meter dan panjang 10 meter roboh menimpa sawah milik Jro Putu Redana. Kerugiannya mencapai Rp 10 juta.
Tembok penyengker milik Ketut Sudana di Banjar Dinas Tegal, yang panjangnya 7 meter dan tingginya 5 meter yang longsor. Kerusakannya diperkirakan Rp 20 juta.
Jalan pembatas tembok penyengker Pura Gede juga longsor, dengan panjang longsor 6 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 7 meter. Kerugiannya mencapai Rp 50 juta.
Penahan senderan milik Made Ardana di Banjar Dinas Pemaroan dengan panjang dan tingginya 3 meter, juga longsor. Perkiraan kerugian Rp 5 juta.
Kemudian penahan senderan milik Putu Sara di Banjar Dinas Pemaroan, dengan panjang 15 meter dan tinggi 5 meter longsor, kerugiannya mencapai Rp 25 juta.
Ada juga jalan menuju Pura Dalem Sibang dengan panjang longsoran 10 meter dan lebar 1,5 meter serta tinggi 5 meter. Kerugiannya mencapai Rp 10 juta. Serta
Terakhir, senderan air sekunder milik Subak Karang Sari, sepanjang 35 meter yang jebol. Kerugian mencapai Rp 15 juta.
”Total kerugian mencapai Rp 305 juta. Penanganan saat ini baru pembersihan di jalan saja, kalau yang di menimpa rumah belum ada penyelesaian. Belum kami koordinasikan dengan BPBD Buleleng,” tandas Selamat.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng, Ketut Yudistira mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan mengenai longsor yang terjadi di Desa Patemon. Menurut informasinya, ada lima rumah yang terdampak longsor.
”Sementara kami sudah mendatangi rumah-rumah yang terdampak,” katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya