Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jaga Hutan dan Sumber Air, Desa Lokapaksa Tanam 88 Pohon di Kawasan Lindung

Eka Prasetya • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:42 WIB

 

TANAM POHON: Suasana penanaman pohon di kawasan Hutan Lindung Desa Lokapaksa, Seririt.
TANAM POHON: Suasana penanaman pohon di kawasan Hutan Lindung Desa Lokapaksa, Seririt.

SERIRIT, RadarBuleleng.id - Komitmen menjaga kelestarian hutan dan sumber air terus ditunjukkan Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Bersama komunitas Bersih-Bersih Bali dan Yayasan Temanmu, Pemerintah Desa Lokapaksa menggelar aksi penanaman pohon perindang dan penahan air di kawasan hutan lindung, hutan produksi, serta areal Pura Pucak Dusun Sorga, Kamis (15/1/2026).

Sebanyak 88 pohon dari tujuh jenis ditanam di sejumlah titik strategis. Jenis pohon yang dipilih di antaranya beringin, bunut, bodhi, dan ancak. 

Pohon-pohon tersebut dikenal memiliki kemampuan menyimpan air, tumbuh besar, serta berperan penting menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Perbekel Lokapaksa, Putu Dodik Tryana mengatakan, penanaman dilakukan melalui perencanaan dan koordinasi yang melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dinas Lingkungan Hidup, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), hingga seluruh perangkat desa.

“Pohon-pohon ini ditanam di lokasi yang benar-benar berfungsi menahan air. Harapan kami, hutan Lokapaksa tetap asri seperti yang kami rasakan sejak kecil hingga sekarang,” ujarnya.

Dodik juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam. 

Menurutnya, keberhasilan program pelestarian lingkungan sangat bergantung pada kepedulian bersama, tidak hanya pada hari penanaman, tetapi juga keberlanjutannya agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Apresiasi datang dari Camat Seririt, I Putu Satriawan. Ia menilai langkah Desa Lokapaksa bersama para mitra sebagai contoh konkret kepedulian terhadap lingkungan.

“Merawat alam sejatinya adalah merawat kehidupan itu sendiri. Kalau alam kita baik dan lingkungan sehat, maka kehidupan masyarakat juga akan membawa energi positif,” katanya.

Satriawan berharap gerakan penghijauan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan terus berlanjut. 

Ia bahkan mendorong agar jumlah pohon yang hidup ke depan bisa melebihi jumlah yang ditanam sebagai simbol kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga hutan dan kelestarian lingkungan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hutan #bali #air #lokapaksa #pohon #komunitas #yayasan #hutan desa #seririt #buleleng