Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tanggul Tukad Banyuraras Jebol, Banjir Rendam Belasan Rumah di Banjarasem Seririt

Eka Prasetya • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:50 WIB

 

BERSIHKAN LUMPUR: Petugas membersihkan lumpur yang merendam pemukiman warga di Desa Banjarasem, Buleleng.
BERSIHKAN LUMPUR: Petugas membersihkan lumpur yang merendam pemukiman warga di Desa Banjarasem, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Banjir merendam permukiman warga di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Minggu (1/2/2026) dini hari. 

Bencana tersebut dipicu jebolnya tanggul sungai di Tukad Banyuraras akibat derasnya aliran air dari hulu menyusul hujan lebat.

Kelian Banjar Dinas Kalanganyar Desa Banjarasem, Gede Edy Santosa mengungkapkan banjir terjadi sekitar pukul 00.30 WITA, saat warga sedang terlelap. 

Air sungai tiba-tiba meluap setelah tanggul jebol. Debit air kiriman dari wilayah hulu, langsung merendam rumah-rumah warga.

Ia menjelaskan, terdapat dua aliran sungai yang bertemu di wilayah hilir, yakni Tukad Unggahan dan Tukad Pangkungparuk. 

Curah hujan tinggi di kawasan hulu membuat debit air meningkat drastis hingga akhirnya tanggul jebol dan air mengalir deras ke pemukiman warga.

“Karena tanggul sungai jebol, air meluap ke pemukiman warga. Tukad Banyuraras ini menerima kiriman air dari hulu, terutama dari Desa Unggahan, sehingga arusnya sangat deras. Ketinggian air sampai sekitar satu meter,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 11 rumah warga yang berada di radius sekitar 50 meter dari tanggul terdampak langsung. 

Sebanyak tiga rumah mengalami kerusakan cukup parah setelah tembok penyengker roboh. Selain itu, 10 ekor ayam dilaporkan hanyut terbawa arus.

Edy menyebut, kerusakan tanggul sebenarnya sudah lama terjadi dan berulang kali dilaporkan. 

Bahkan sejak 2010, pihak desa telah menyampaikan kondisi tanggul kepada instansi terkait. 

Laporan terakhir secara resmi disampaikan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida pada 27 Januari 2025 dan sempat dilakukan survei dengan rencana perbaikan pada 2026.

“Sudah disurvei dan rencananya diperbaiki tahun 2026, tapi banjir datang duluan. Ini sudah banjir ketiga kalinya pasca tanggul jebol, dan yang kali ini paling parah karena debit air sangat besar,” katanya.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 21 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena air masuk hingga ke dalam kamar. 

Meski kini warga sudah kembali menempati rumah masing-masing, mereka tetap diminta waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa menyebut tanggul sungai sepanjang yang jebol mencapai panjang sekitar 300. Akibatnya 11 rumah dengan 21 kepala keluarga terdampak. 

Selain itu, lima tembok penyengker rumah dilaporkan roboh dan satu unit mesin pengaduk semen hanyut terseret banjir.

BPBD bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi melakukan penanganan darurat. Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng juga membantu pembersihan lumpur yang cukup tebal di pemukiman warga. 

Untuk tahap awal, BPBD Buleleng telah menyalurkan bantuan berupa 21 paket sembako, 21 paket sandang, 21 paket alat kebersihan, serta masing-masing 21 matras dan selimut. 

Penanganan melibatkan TRC BPBD, kelian banjar dinas setempat, Damkar, Koramil Seririt, dan Polsek Seririt. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pemukiman warga #Kalanganyar #air sungai #sungai #air #banjarasem #Pangkungparuk #BWS #hujan #tembok #ayam #kelian banjar #seririt #Tukad Banyuraras #banjir #buleleng #tanggul #unggahan #hulu #pemukiman