Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Fenomena Tanah Merayap Terjadi di Seririt. Belasan Keluarga Terdampak, Dua Diantaranya Terpaksa Mengungsi

Francelino Junior • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:06 WIB

TERDAMPAK: BPBD Buleleng melakukan pengecekan terhadap rumah yang rusak akibat peristiwa tanah merayap atau soil creep di Desa Lokapaksa.
TERDAMPAK: BPBD Buleleng melakukan pengecekan terhadap rumah yang rusak akibat peristiwa tanah merayap atau soil creep di Desa Lokapaksa.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Fenomena tanah merayap (soil creep) terjadi di Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Peristiwa tersebut membuat dua keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan cukup parah.

Soil creep merupakan pergerakan tanah secara perlahan yang biasanya dipicu air yang sudah jenuh pada tanah liat. Proses tersebut dapat merusak bangunan secara bertahap. 

Fenomena tersebut umumnya dipengaruhi kombinasi kemiringan lereng, struktur tanah liat, serta curah hujan tinggi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) atau sekitar 55 jiwa terdampak kejadian ini. 

Tanah merayap dilaporkan mulai terjadi sejak Rabu (11/2/2026) dan hingga kini retakan tanah terus memanjang serta semakin melebar.

Warga yang terdampak di antaranya Gede Dana, Komang Budiasa, Made Taman, Kadek Darmada, Komang Kartika, Gede Arnawa, Kadek Suandana, Kadek Kamiasa, Komang Merta Yasa, Ketut Subawa, Komang Adi Yasa, Ketut Sudiarta, Komang Sekar, Made Karma, dan Gede Andi Yasa.

Kelian Banjar Dinas Sorga Mekar, Putu Karmita mengatakan, dua rumah milik warga mengalami kerusakan paling parah sehingga penghuninya diminta mengungsi demi keselamatan.

“Rumah Gede Dana dan Kadek Darmada sudah termasuk rusak parah. Karena itu mereka diminta mengungsi terutama pada malam hari,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng berencana menghadirkan ahli geologi dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait penyebab dan potensi pergerakan tanah lanjutan.

Sementara itu, Camat Seririt bersama Perbekel Desa Lokapaksa telah melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan tanah merayap semakin meluas. 

Dukungan kesiapsiagaan juga datang dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU).

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyebut peristiwa tersebut telah menyebabkan permukaan tanah di lokasi terdampak mengalami penurunan cukup signifikan.

“Peristiwa tersebut menyebabkan permukaan tanah turun mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Penyebab pastinya masih kami dalami lebih lanjut,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #rumah #keluarga #geologi #lokapaksa #tanah liat #tanah #undiksha #bpbd #retakan tanah #seririt #buleleng #kepala keluarga #universitas pendidikan ganesha