SERIRIT, RadarBuleleng.id – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra melantik Ketut Widiada sebagai Perbekel Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, di GOR Pengastulan, Jumat (4/9/2026).
Pelantikan digelar untuk mengisi sisa masa jabatan periode 2026–2029. Mengingat perbekel sebelumnya diberhentikan karena tersandung masalah hukum.
Prosesi pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda, Camat Seririt, para perbekel se-Kecamatan Seririt, serta tokoh masyarakat Desa Pengastulan.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra mengingatkan bahwa memimpin Desa Pengastulan memiliki dinamika tersendiri lantaran karakteristik masyarakatnya yang heterogen.
"Sebagai abdi negara di desa, perbekel harus siap ngayah dan melayani masyarakat sebaik-baiknya. Jabatan kepala desa bukan untuk mencari kedudukan, melainkan murni pengabdian. Jika PAW sekarang berhasil memimpin, artinya luar biasa," tegas Sutjidra, Jumat (4/9/2026).
Di tengah keterbatasan anggaran, Sutjidra meminta agar alokasi Dana Desa dimanfaatkan secara cermat dan tepat sasaran pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Sutjidra juga menegaskan agar perbekel tidak menghindar dari persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Perbekel itu ujung tombak. Setiap keluh kesah dan persoalan kompleks di desa pasti perbekel yang dicari. Jadi kalau ada perbekel yang menghindar dari masalah, lebih baik jangan jadi kepala desa," ujarnya.
Mengingat Pengastulan merupakan salah satu desa tua dan besar di Buleleng, Sutjidra menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Camat Seririt untuk memberikan pendampingan intensif kepada Perbekel PAW yang baru dilantik.
Sebagai bentuk keterbukaan, Bupati Sutjidra juga membuka ruang komunikasi langsung bagi jajaran pemerintah desa jika menghadapi kendala mendesak di lapangan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng