SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang perempuan asal Banyuwangi menjadi korban penganiayaan di rumah kos kawasan Kelurahan Penarukan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (16/8/2025) dini hari.
Korban bernama Dewi Astika, 46. Sehari-harinya ia berdagang di Singaraja. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar dan gangguan pendengaran.
Versi korban, peristiwa penganiayaan itu dilakukan seorang pria yang dikenal dengan nama panggilan Cangkok. Ia dipukul dan ditendang berulang kali.
Insiden terjadi sekitar pukul 00.30 Wita di Kos Cempaka, Kelurahan Penarukan.
Berdasarkan laporan polisi, pelaku yang diketahui berinisial Kadek B alias Cangkok, warga Desa Penglatan, Buleleng, tiba-tiba mendatangi kamar kos korban dengan nada marah. Ia menendang pintu kamar dan memanggil korban dengan suara keras.
Baca Juga: Dituding jadi Penyebab Kecelakaan, Kang Paket di Buleleng jadi Korban Penganiayaan
Begitu pintu dibuka, pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah korban. Korban dipukul di pipi kiri, telinga kiri, serta kepala secara bertubi-tubi.
Bahkan, pelaku juga sempat menendang punggung korban hingga korban mengalami luka memar.
Akibatnya, korban merasakan sakit di wajah, telinga, dan punggung, serta pendengarannya menjadi terganggu.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Buleleng. Laporan polisi terdaftar dengan nomor LP/B/158/VIII/2025/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya laporan kasus penganiayaan ini.
“Korban sudah melapor ke Polres Buleleng dan saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan. Polisi telah mengantongi identitas terlapor dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” jelasnya.
Akibat peristiwa tersebut, korban kini masih menjalani pemulihan akibat luka dan gangguan pendengaran yang dialaminya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya