Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Viral Pria Berbaju Security Keroyok Pengunjung Cafe di Buleleng. Polisi Sebut Bukan Security Resmi

Francelino Junior • Rabu, 22 April 2026 | 16:02 WIB
PENGEROYOKAN: Video viral aksi pengeroyokan di kawasan Pantai Penimbangan, Buleleng. (instagram Ary Ulangun)
PENGEROYOKAN: Video viral aksi pengeroyokan di kawasan Pantai Penimbangan, Buleleng. (instagram Ary Ulangun)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Aksi pengeroyokan terhadap seorang pemuda terjadi di salah satu kafe yang ada kawasan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Bali, Selasa (21/4/2026) dini hari. 

Insiden yang terjadi di Warung Kamyu tersebut dengan cepat viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas.

Korban diketahui berinisial Ketut DM, 25, asal Kecamatan Sukasada. Ia mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tubuh akibat pengeroyokan tersebut.

Peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi sekitar pukul 00.30 WITA untuk bertemu teman-temannya. Di tempat itu, mereka sempat mengonsumsi minuman keras jenis arak. 

Situasi kemudian memanas ketika beberapa rekannya naik ke panggung untuk bernyanyi dan berjoget hingga memicu cekcok.

Korban yang berupaya melerai keributan justru ikut terseret dalam konflik. Ia sempat terlibat adu argumen dengan seseorang yang mengenakan baju security atau satpam.

”Korban sempat beradu argumen dengan orang yang mengenakan baju petugas keamanan. Meski telah menjelaskan bahwa dirinya hanya berupaya menenangkan situasi, korban tiba-tiba didatangi beberapa orang lainnya,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, Rabu (22/4/2026).

Situasi yang semakin panas membuat korban kemudian diseret keluar oleh dua orang. Saat berada di dekat pintu keluar, korban terjatuh dan langsung mendapat pukulan di bagian wajah.

Tidak berhenti di situ, setelah berada di luar lokasi, korban kembali menjadi sasaran pengeroyokan. 

Ia melihat sekitar delapan orang yang secara bergantian memukulnya di sejumlah bagian tubuh.

Mereka memukul secara bergantian memukul di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, mata kiri, dahi, dagu, mulut, dan punggung.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di dahi dan dagu, memar di area mata kiri, nyeri pada pipi kanan dan kiri, sakit di punggung, serta luka di bagian dalam mulut. 

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Buleleng dengan nomor LP/B/101/IV/2026/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali tertanggal 21 April 2026.

Sementara itu, menanggapi video viral yang menyebut pelaku merupakan petugas keamanan (satpam), Polda Bali turut angkat bicara. 

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Buleleng dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (Abujapi), pelaku yang terlibat dipastikan bukan anggota satpam resmi.

Penegasan tersebut merujuk pada Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa yang mengatur bahwa satpam merupakan profesi dengan fungsi kepolisian terbatas dan harus melalui proses resmi, termasuk pelatihan serta pengukuhan.

Polda Bali menegaskan, tindakan kekerasan oleh oknum yang tidak memiliki legalitas sebagai satpam merupakan pelanggaran hukum dan tidak mencerminkan tugas pengamanan yang sebenarnya.

Ke depan, pengawasan terhadap penggunaan atribut keamanan akan diperketat melalui kerja sama dengan asosiasi profesi dan pelaku usaha. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan atribut oleh pihak yang tidak berwenang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#viral #pengeroyokan #buleleng #kafe #media sosial