SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seekor anjing yang diduga terjangkit rabies mengamuk dan menyerang warga di wilayah Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (23/4/2026) malam.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 18 warga dilaporkan mengalami gigitan. Bahkan salah seorang diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Anjing tersebut dilaporkan datang dari arah Jalan Pulau Samosir dan bergerak ke selatan hingga kawasan Jalan Pulau Obi.
Sepanjang jalur tersebut, anjing dilaporkan mengamuk. Hewan tersebut menyerang siapa saja yang ditemuinya.
Kasi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, menjelaskan bahwa anjing tersebut memiliki ciri-ciri berbadan kecil, berwarna krem, dan berekor pendek. Warga menduga anjing itu bukan liar, melainkan peliharaan yang lepas.
“Ada yang sedang naik motor, tiba-tiba digigit. Ada yang sedang jalan kaki, digigit. Ada yang sedang duduk-duduk juga digigit. Karena menyerang, makanya diduga rabies, atau mungkin anjingnya baru keluar wilayah jadinya panik,” ujarnya.
Mahendra mengungkapkan, total ada 18 orang yang digigit. Rentang usia para korban berusia antara 5 tahun sampai 60 tahun.
“Hanya satu warga Penarukan, sisanya warga Banyuning,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, para korban dilarikan ke Puskesmas Buleleng III untuk mendapatkan perawatan luka.
Sementara seorang korban yang berusia 36 tahun dilarikan ke RSUD Giri Emas karena mengalami luka robek pada bagian kaki.
Lebih lanjut Mahendra mengatakan, anjing yang mengamuk tersebut masih misterius. Anjing menghilang setelah menggigit belasan warga.
“Rencananya sore ini kami bersama warga akan penyisiran mencari anjing itu. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian dan dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis berupa vaksin anti rabies (VAR).
“Benar, dan kami sudah melakukan penelusuran bersama tisira Kelurahan Banyuning. Posisi korban seluruhnya sudah dapat VAR dari tim medis. Untuk anjing liar yang menggigit sedang ditelusuri, masih dalam pencarian bersama tim Tisira Banyuning,” ujarnya.
Pihak berwenang juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari, serta segera melapor jika menemukan anjing dengan ciri-ciri mencurigakan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya