Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Singa Kren Festival Resmi Digelar, Ribuan Warga Nikmati Panggung Budaya

Eka Prasetya • Sabtu, 9 Mei 2026 | 05:45 WIB
FESTIVAL: Pelaksanaan Singa Kren Festival di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. (Pemkab Buleleng)
FESTIVAL: Pelaksanaan Singa Kren Festival di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng berubah menjadi pusat perayaan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. 

Festival Kecamatan Buleleng Tahun 2026 resmi digelar mulai 8 hingga 10 Mei 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat dari seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Buleleng.

Festival perdana ini mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang dimaknai sebagai nilai budaya, tradisi, dan filosofi sebagai fondasi menuju kemajuan daerah. 

Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Jumat (8/5/2026).

Sejumlah kegiatan meramaikan festival tersebut. Mulai dari lomba fashion show pasangan PKK desa dan kelurahan, lomba karaoke antar desa dan kelurahan se-Kecamatan Buleleng, hingga kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pap smear, dan donor darah. 

Selain itu, masyarakat juga disuguhi fun run, senam zumba, hingga pertunjukan seni budaya khas Buleleng.

Tak hanya itu, festival juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari kuliner khas Buleleng hingga tenun endek yang dipajang di stand pameran.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengapresiasi Camat Buleleng bersama seluruh panitia dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan festival tersebut. 

Menurutnya, kegiatan di tingkat kecamatan menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Buleleng.

"Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan seni dan budaya di tingkat kecamatan merupakan salah satu wujud pembangunan Buleleng yang tidak hanya dilakukan dari tingkat atas, tetapi dimulai dari desa, kelurahan, banjar, hingga masyarakat secara langsung dengan semangat kebersamaan dan keharmonisan," kata Sutjidra.

Sutjidra menegaskan, pelestarian budaya lokal harus terus diperkuat agar tetap menjadi identitas daerah di tengah perkembangan zaman. 

Nilai seni, tradisi, dan budaya yang diwariskan leluhur dinilai mampu menjadi penguat pembangunan daerah yang berlandaskan kearifan lokal.

Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, menjelaskan tema festival mengandung pesan penting tentang keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya. 

Menurutnya, pembangunan tidak hanya dilihat dari sisi material, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai budaya dan spiritual.

"Melalui SingaKren Fest 2026, Kecamatan Buleleng ingin mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi, dan produk unggulan daerah. Festival ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Gopi Suparnaca.

Festival Kecamatan Buleleng 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mendongkrak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM serta pengembangan potensi budaya lokal di Kabupaten Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#seni #budaya #buleleng #festival