SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna turun langsung meninjau lokasi banjir yang merobohkan sebuah rumah dan menewaskan seorang mahasiswa di Perumahan Griya Mahadewa, Dusun Tista, Desa Baktiseraga, Jumat (12/6/2026).
Keduanya melihat kondisi warga terdampak serta menyerahkan bantuan kepada keluarga korban yang meninggal akibat bencana tersebut.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng sejak pagi memicu meluapnya aliran sungai di kawasan Dusun Tista.
Derasnya arus air menggerus tebing sungai hingga menyebabkan satu unit rumah ambruk.
Peristiwa itu merenggut nyawa Ricardo Razaq Alghivieri, 20, mahasiswa asal Kampung Kajanan yang saat kejadian berada di dalam rumah.
Di sela-sela peninjauan, Bupati Sutjidra menyebut musibah tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Selain faktor curah hujan tinggi, pihaknya juga menyoroti banyaknya sampah dan material kayu dari wilayah hulu yang diduga memperparah aliran sungai saat banjir terjadi.
Menurutnya, persoalan sampah di sungai harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ini menjadi fokus kita ke depan untuk bagaimana menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah atau bekas tebangan pohon ke sungai-sungai di wilayahnya,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, Pemkab Buleleng juga akan mengevaluasi penerbitan izin pembangunan perumahan maupun bangunan hunian yang berada di sekitar sempadan sungai.
Evaluasi tersebut akan dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta instansi terkait.
Sutjidra menegaskan pembangunan rumah di dekat aliran sungai harus memperhatikan aturan sempadan dan aspek keselamatan.
Sebab, bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan sungai sangat rentan terdampak saat debit air meningkat secara tiba-tiba.
“Jadi rumah masyarakat yang ada sempadan sungainya harus memenuhi syarat agar sempadan tidak digunakan untuk membangun. Karena akan sangat membahayakan bagi kondisi seperti sekarang, saat hujan lebat dan banjir, bangunan bisa langsung tergerus,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca membenarkan rumah yang roboh akibat tergerus aliran sungai merupakan tempat tinggal korban bersama keluarganya di Dusun Tista, Desa Baktiseraga.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, saat bencana terjadi korban diduga sedang beristirahat di dalam rumah.
Setelah bangunan ambruk, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat pemerintah, dan warga setempat langsung melakukan pencarian.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dari timbunan material bangunan pada Jumat petang. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya