SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kebakaran melanda areal Pura Alit, Desa Adat Penarukan, Kecamatan Buleleng, Sabtu (1/8/2026) malam.
Api diduga berasal dari bara dupa yang belum sepenuhnya padam usai persembahyangan Hari Raya Tumpek Krulut.
Akibatnya, sebuah pohon beringin berukuran besar dan lima pelinggih mengalami kerusakan, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 21.20 WITA oleh Ketut Sutawan, 34, warga setempat.
Dari halaman belakang rumahnya yang berjarak sekitar 250 meter, ia melihat kobaran api membumbung tinggi. Saat didekati, sumber api ternyata berasal dari areal Pura Alit.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kelian Desa Adat Penarukan. Informasi kemudian diteruskan kepada pecalang dan Bhabinkamtibmas, sebelum akhirnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng dihubungi untuk melakukan penanganan.
"Diduga api berasal dari api dupa, karena kemarin Hari Raya Tumpek Krulut, diperkirakan sempat ada yang melakukan persembahyangan sekitar pukul 18.00 WITA," ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, Minggu (2/8/2026).
Laporan diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng sekitar pukul 22.00 WITA. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi di Jalan Pulau Natuna untuk menjinakkan kobaran api yang telah meluas di kawasan pura.
Akibat kebakaran tersebut, pohon beringin berdiameter sekitar empat meter hangus hingga 75 persen.
Sebanyak lima pelinggih mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa dahan pohon yang terbakar.
Selain itu, tembok penyengker pura juga rusak akibat tertimpa dahan sepanjang sekitar tiga meter, sementara dua patung di bagian belakang pura patah karena tertimpa batang pohon.
"Penanganan dilakukan selama satu jam 45 menit. Pemadaman menggunakan air yang diambil dari muara sungai, karena jalur menuju lokasi tidak bisa dilalui armada," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana.
Setelah api berhasil dipadamkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buleleng kembali diterjunkan ke lokasi pada Minggu (2/8/2026).
Petugas melakukan pembersihan sisa-sisa pohon yang terbakar menggunakan gergaji mesin, sekaligus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala, terutama pada batang pohon beringin.
Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng