Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Unik, Malam Tahun Baru Bersamaan dengan Ngaben Massal

Eka Prasetya • Senin, 1 Januari 2024 - 14:45 WIB
KHUSYUK: Upacara ngaben massal yang dipusatkan di Setra Desa Adat Buleleng. Tahun ini upacara bertepatan dengan malam Tahun Baru.
KHUSYUK: Upacara ngaben massal yang dipusatkan di Setra Desa Adat Buleleng. Tahun ini upacara bertepatan dengan malam Tahun Baru.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Malam pergantian tahun di Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dirayakan dengan berbeda. Biasanya masyarakat akan memenuhi tempat rekreasi untuk berkumpul dengan keluarga atau bermain kembang api.

Sedangkan di Desa Adat Buleleng, krama sibuk dengan pelaksanaan upacara ngaben massal. Sejak Minggu (31/12/2023) pagi hingga tengah malam, krama khusyuk mengikuti upacara yang dipusatkan di Setra Desa Adat Buleleng, Jalan Gajah Mada Singaraja. Prosesi berlangsung hingga malam, mengingatkan banyaknya jumlah sawa.

Dalam upacara ngaben massal tahun ini, tercatat ada 118 sawa yang dilibatkan dalam upacara ngaben. Selain itu 120 sawa yang mengikuti upacara ngerapuh (upacara ngaben untuk bayi yang meninggal dalam kandungan), 40 orang peserta nyekah, dan 8 atma papa.

Khusus atma papa merupakan temuan jenazah atau tulang belulang tanpa identitas. Dinas Sosial Buleleng mengikutkan atma papa dalam program ngaben massal yang diselenggarakan desa adat.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna menjelaskan, ngaben massal merupakan program kerja setiap lima tahun sekali. Sebelumnya program itu telah dilaksanakan pada 2019 lalu,  sehingga tahun ini kembali dilaksanakan.

“Sebelumnya kita sudah menggelar ngaben massal pada lima tahun lalu tepatnya tahun 2019 yang diikuti oleh tiga ratusan sawa, tahun ini kita menggelar kembali guna meringankan beban krama,” ujarnya.

Menurutnya desa adat sengaja memilih tanggal 31 Desember sesuai dengan ayuning dewasa. Perhitungan dewasa tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan adat dan persembahyangan bagi umat Hindu.

“Kami melihat hari baik melalui pola dewasa ayu yang sudah menjadi pedoman umat Hindu di Bali. Jadi tidak sembarangan memilih hari untuk upacara agama. Kebetulan saja jatuhnya pada tanggal 31 Desember,” ujarnya.

Selain itu, Desa Adat Buleleng juga mengagendakan kegiatan hiburan seperti joged kepada krama. Ada juga sesolahan calonarang yang akan ditampilkan pada Senin (1/1/2024) malam. (*)

Editor : Eka Prasetya
#tahun baru #desa adat buleleng #ngaben massal #kearifan lokal #upacara adat #tradisi hindu #upacara ngaben #budaya bali