SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pesta Kesenian Bali (PKB) 2024 akan digelar pada bulan Juni-Juli mendatang.
Meski masih dalam hitungan bulan, Dinas Kebudayaan Buleleng telah menyiapkan sanggar dan sekka untuk tampil dalam ajang tahun tersebut.
Rencananya tahun ini Kabupaten Buleleng akan ambil bagian pada sembilan cabang kesenian yang dipentaskan dalam PKB 2024.
Kesenian-kesenian itu yakni gong kebyar anak- anak, gong kebyar dewasa, gong kebyar wanita, gong legendaris, gong baleganjur, parade peed, parade budaya pakaian khas bali oleh PKK, dan seni tradisi klasik.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng, I Nyoman Wisandika mengatakan, pihaknya telah menunjuk sekaa terbaik yang akan bergabung dalam Duta Buleleng nantinya.
Untuk gong kebyar anak-anak tahun ini akan diwakili oleh Sanggar Bayu Teja Budaya, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.
Sementara Gong Kebyar Wanita diwakili oleh Sanggar seni Jagratara, Banjar Tegallenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt.
Kemudian Gong Kebyar Dewasa akan diikuti oleh Sekaa Gong Kebyar Dharma Pradangga, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng.
“Gong Kebyar tahun ini kita akan mebarung. Untuk parade Gong Kebyar Dewasa akan mebarung dengan kabupaten lain,” jelas Wisandika saat dihubungi pada Minggu (28/1/2024).
Buleleng juga akan mengirim dua kesenian joged bumbung dari Sekaa Joged Wahyu Ulangun dari Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng. Rencananya sekaa tersebut akan mebarung bersama Sekaa Joged Mangun Semara dari Desa Selat, Kecamatan Sukasada.
Khusus untuk kesenian klasik, Disbud Buleleng telah menunjuk Desa Adat Anturan untuk menampilkan kesenian tari gambuh.
Di Desa Adat Anturan, kesenian ini masih tetap ajeg dan lestari. Uniknya lagi seluruh penarinya merupakan pria yang belum menikah.
“Kalau untuk kesenian klasik langsung ditunjuk oleh provinsi beberapa waktu lalu. Yang ditunjuk merupakan seni tradisi klasik yang hampir punah, yakni Tari Gambuh milik Sekaa Genta Iswara, Desa Anturan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Wisandika mengatakan, untuk PKB Tahun 2024, diperlukan anggaran sebanyak Rp 575 juta.
Anggaran tersebut cukup kecil bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Bali. Untuk penampilan PKB, pihaknya akan menggunakan dana yang bersumber dari BKK Provinsi Bali dan APBD Buleleng.
“Harapan kami penampilan seluruh Duta Kabupaten Buleleng dapat maksimal dan lebih baik dari tahun sebelumnya, karena ini membawa nama daerah juga,” demikian Wisandika. (*)
Editor : Eka Prasetya