Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tidak di Pantai, Desa Adat Nagasepaha Melasti di Perbatasan Desa

Francelino Junior • Sabtu, 9 Maret 2024 | 17:25 WIB

Desa Adat Nagasepaha melakukan upacara melasti di suter desa. Berbeda dengan upacara melasti pada umumnya.
Desa Adat Nagasepaha melakukan upacara melasti di suter desa. Berbeda dengan upacara melasti pada umumnya.
SINGARAJA-Upacara melasti atau mekiis sudah menjadi agenda rutin dalam menyambut Hari Suci Nyepi.

Upacara melasti biasanya dilakukan di pinggir pantai ataupun di Pura Segara. Tetapi berbeda dengan Desa Adat Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan tradisi, Desa Adat Nagasepaha melakukan melasti serangkaian Hari Suci Nyepi 1946/2024 di perbatasan desa atau suter desa.

Tujuannya pun sama untuk menyucikan Bhuana Agung dan Bhuana Alit.

Upacara melasti Desa Adat Nagasepaha berlangsung pada Jumat (8/3) mulai pukul 14.00 Wita diawali berkumpulnya belasan sarad di Pura Desa.

Iring-iringan dari Pura Kawitan/Dadia dan Pura Kahyangan Tiga kemudian menuju ujung desa, dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer.

Kelian Desa Adat Nagasepaha, Mangku Made Darsana mengungkapkan bila tradisi di wilayahnya cukup berbeda, karena panyawangan sumber mata air.

Karena melasti berkaitan dengan penyucian menyambut tahun baru caka, sehingga menyucikan diri dilakukan pada mata air yang sudah disucikan di desa.

"Melasti memang tradisi rutin yang kami lakukan jelang Hari Suci Nyepi, hanya saja di Desa Adat Nagasepaha melastinya dilakukan di suter desa. Kalau di Pura Segara saat piodalan saja. Karena di sini merupakan panyawangan sumber mata air," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sesampai di suter desa, sarad lalu dijejerkan di pinggir jalan yang dilanjutkan dengan upacara. Usai upacara melasti, belasan sarad itu kembali lagi ke Pura Desa untuk diupacarai kemudian kembali ke tempat masing-masing.

Darsana mengatakan bila upacara melasti Desa Adat Nagasepaha kali ini dimajukan, karena Hari Suci Nyepi berdekatan dengan Hari Raya Kuningan.

Melasti biasanya dilakukan dua hari menjelang Nyepi, tetapi dua hari sebelum Nyepi tepat jatuh pada Hari Raya Kuningan. Waktu upacara Melasti juga ikut bergeser, dari pagi hari menjadi sore hari.

"Ini dilakukan supaya kita sama-sama jalan. Penampahan bisa berjalan saat paginya, siangnya krama kita arahkan untuk berkumpul mengikuti pamelastian," lanjutnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#upacara melasti #pantai #nyepi #Desa adat #melasti