SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabupaten Buleleng di Provinsi Bali sangat kaya dengan ragam tradisi, terutama menjelang hari raya Nyepi.
Seperti saat hari raya Nyepi tahun 2024. Sejumlah tradisi digelar untuk memperingati sekaligus merayakan Tahun Baru Caka 1946.
Seperti yang dilakukan masyarakat di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Setiap hari raya Nyepi, mereka melakukan tradisi nyakan diwang. Nyakan diwang adalah tradisi memasak di luar rumah.
Tradisi nyakan diwang biasanya dilakukan dini hari hingga pagi hari. Mulai pukul 00.00 dini hari hingga pukul 06.00 pagi hari.
Saat nyakan diwang, masyarakat akan membuat tungku di luar rumah. Biasanya di depan pintu gerbang atau di tepi jalan.
Mereka kemudian menanak nasi dan memasak lauk pauk bersama-sama. Selanjutnya makanan itu akan disantap bersama.
Setelah menyantap makanan bersama, masyarakat akan saling berkunjung ke rumah tetangga untuk mengucapkan selamat Tahun Baru Caka.
Seperti yang berlangsung di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar. Warga sudah menanti tradisi nyakan diwang.
Biasanya tradisi itu akan berlangsung setelah terdengar suara kulkul atau kentongan dari desa adat setempat. Kentongan itu sebagai tanda warga boleh keluar rumah untuk nyakan diwang.
Pada nyepi tahun ini, nyakan diwang mulai dilakukan pada Selasa (12/3/2024). Warga tetap bersemangat menjalankan tradisi itu, kendati sambil diguyur hujan.
Bagi warga, tradisi itu paling dinanti saat hari raya Nyepi. Karena warga akan berkumpul bersama, masak bersama, dan menyantap makanan bersama.
“Keluarga akan kumpul semua. Begitu juga masyarakat sekitar akan saling silaturahmi,” ujar Gede Bayu Putra Karang, salah seorang pemuda di Banjar Taman, Desa Kayuputih.
Tradisi ini juga menjadi unik dan otentik. Bahkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, menyatakan bahwa tradisi nyakan diwang merupakan Warisan Budaya tak Benda (WBTB) sejak tahun 2018. (*)
Editor : Eka Prasetya