Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hapus Stigma Jaruh, Sekaa Joged Buleleng Tampil Memukau di PKB

Eka Prasetya • Jumat, 21 Juni 2024 - 01:57 WIB
HAPUS STIGMA: Pementasan sekaa joged Buleleng pada ajang PKB di Madya Mandala Taman Budaya Bali (Art Centre).
HAPUS STIGMA: Pementasan sekaa joged Buleleng pada ajang PKB di Madya Mandala Taman Budaya Bali (Art Centre).

RadarBuleleng.id - Tarian joged bumbung selama ini lekat dengan stigma negatif, yakni joged jaruh atau joged sensual.

Menghapus stigma tersebut, sekaa joged di Buleleng kini berlomba-lomba menampilkan tarian sesuai dengan pakemnya.

Diantaranya Sekaa Joged Wahyu Ulangun Desa Nagasepaha Buleleng dan Sekaa Joged Mangun Semara Desa Selat Kecamatan Sukasada.

Kedua sekaa itu tampil sebagai duta kesenian Kabupaten Buleleng. Mereka menampilkan kesenian joged di Madya Mandala Taman Budaya Bali, pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2024, kemarin (19/6/2024).

Baca Juga: Gacor, Tari Joged Harmoni 1.131 Mahasiswa Undiksha Pecahkan Rekor Dunia

Pada ajang tersebut, Sekaa Joged Wahyu Ulangun membawakan Tabuh Sekar Jepun, Tabuh petegak kreasi Eka Bayu, dan Tabuh Puspa Winangun. 

Sementara Sekaa Joged Mangun Semara membawakan materi Tabuh Petegak Sri Ang Luwih, Tari Manik Padma, Tari Sekar Jepun, Tari Puspa Winangun, dan Tari Kreasi Temu Semara.

Koordinator Sekaa Joged Wahyu Ulangun, I Wayan Mertayasa menjelaskan dalam penampilan itu para penari akan ditantang tampil utamanya pada bagian pangawak atau bagian utama.

Dalam bagian pangawak itu, penari joged harus menari bersama pengibing. Mereka harus mampu tersenyum, melemparkan lirikan mesra, dan melakukan gerakan lain sesuai dengan pakem.

Baca Juga: Joged Jaruh Viral Lagi, Begini Sikap Dinas Kebudayaan Buleleng

Mertayasa mengakui belakangan ini di media sosial mencuat tarian joged yang erotis alias jaruh. 

Dengan adanya pementasan joged sesuai pakem ini, diharapkan masyarakat bisa menjadi lebih tahu dan bisa menilai mana tarian yang sesuai dengan adat budaya Bali. Sehingga joged tidak tenggelam dalam stigma negatif.

"Saya sangat prihatin juga dengan adanya kasus seperti joged viral namun dengan pementasan ini, kita membuktikan joged bumbung tradisi bisa menarik tanpa gerakan erotis," tegasnya.

Sementara itu, Putu Budiartawan Koordinator Sekaa Joged Mangun Semara mengatakan sangat bangga bisa tampil perdana di panggung PKB.

Ia mengaku hanya punya waktu selama dua bulan untuk menyiapkan penampilan tersebut.

"Suatu kebanggaan bisa mementaskan joged tradisional Buleleng di ajang yang mengundang masyarakat Bali untuk menonton," jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #joged bumbung #Joged #pesta kesenian bali #joged jaruh #pkb #buleleng