RadarBuleleng.id - Seni genjek selama ini lekat dengan minuman beralkohol, entah itu tuak maupun arak.
Kehadiran minuman beralkohol diklaim bisa membuat pementasan menjadi lebih atraktif dan menarik.
Namun hal itu dipatahkan oleh Sekaa Genjek Gensos Mahardika. Sekaa yang bermarkas di Kelurahan Subagan, Karangasem itu menunjukkan bahwa mereka tetap bisa tampil prima kendati tanpa alkohol.
Baca Juga: Eksis Sejak 1917, Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya Banjar Paketan Bakal Tampil pada PKB 2024
Hal itu terlihat saat sekaa genjek tersebut tampil pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2024. Sekaa itu tampil di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali (Art Centre) pada Minggu (23/6/2024).
Penampilan sekaa genjek itu pun sangat ditunggu oleh para pengunjung PKB 2024.
Saat tampil, sekaa tersebut memadukan keahlian memainkan nada menggunakan mulut dengan unsur-unsur instrument yang baru.
Pembina Sekaa Genjek Gensos Mahardika, Ketut Nanda mengatakan sekaa genjek itu sebenarnya sudah eksis sejak 1997 silam.
Pada PKB 2024, pihaknya memboyong 24 orang pemain, yang terdiri dari 1 orang sebagai vokal, 2 orang memainkan kendang, 2 orang memainkan angklung bambu, 2 orang memainkan suling, 1 orang memainkan kecek, 1 orang memainkan rindik, 1 orang memainkan kecapi dan 1 orang memainkan petuk, dan 1 memainkan gong pulu, kemudian sisanya bertugas sebagai cepak dan kesek.
Baca Juga: Menuju PKB 2024, Buleleng Siapkan Kesenian Klasik
Dalam pergelarannya, Sekaa Genjek Gensos Mahardika membawakan sebanyak sembilan lagu, diawali dari lagu Pengaksama (pembukaan).
Selanjutnya membawakan lagu Komang Ayu, Pancang Sangian, Taman Ujung Sukasada, Nyai Nyoman, Makita Ngalih Kurenan, Adi Ayu, Karma Pala, lalu lagu penutup.
Nanda menyebut, sekaa genjek tersebut sempat meraih juara lomba genjek se Bali yang digelar pada tahun 2002 silam.
“Untuk menjaga keaslian genjek kami, bahkan kami tidak mau direkam khusus alasannya karena ingin menampilkan kemurnian genjek , sehingga tidak membosankan,” terang Nanda.
Pada ajang PKB 2024, sekaa tersebut memilih tidak memboyong penari joged. Alasannya untuk menampilkan kemurnian genjek. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya