Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pesiraman Tirta Sudamala Desa Adat Petandakan: Lokasi Memohon Kesembuhan dari Penyakit Non Medis

Eka Prasetya • Rabu, 14 Agustus 2024 | 00:16 WIB

 

LOKASI MELUKAT: Pura Sudamala di Desa Adat Petandakan. Pura ini menjadi rujukan menjalani pengobatan non medis.
LOKASI MELUKAT: Pura Sudamala di Desa Adat Petandakan. Pura ini menjadi rujukan menjalani pengobatan non medis.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Adat Petandakan, Kecamatan Buleleng memiliki Pura Tirta Sudamala.

Pura tersebut diyakini menjadi lokasi rujukan untuk pengobatan penyakit non medis maupun penyakit medis, termasuk penyakit yang terjadi selama menahun.

Pura tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 1998 silam. Namun baru direnovasi dan dilakukan penataan sejak tahun 2021.

Terdapat dua bagian di pura tersebut. Bagian pertama, yakni kolam yang digunakan masyarakat berendam sebelum prosesi pengelukatan dilakukan. 

Sedangkan lokasi penglukatan terletak di bagian atas, atau di bagian utama pura.

Baca Juga: Kisah Pura di Tanah Jawa: Bermula Sanggar Pemujaan, Kini Jadi Pusat Ibadah Umat

Para pengunjung yang ingin melukat ataupun sekedar berendam hanya diminta menyerahkan punia sukarela kepada pengempon Pura Sudalama.

Bendesa Adat Petandakan, I Made Atep mengatakan, pura tersebut memang sangat disakralkan oleh krama desa. 

Penyebabnya dari tahun  ke tahun debit air yang digunakan untuk pengelukatan tidak pernah surut. Bahkan kapasitas airnya tidak pernah berubah, baik itu saat hujan maupun kemarau.

Lambat laun keberadaan pura itu diketahui oleh para pemedek. Mereka yakin apabila melukat di lokasi tersebut, penyakit bisa sembuh.

Pemedek bukan hanya datang dari Desa Petandakan dan sekitarnya. Namun ada yang dari luar kabupaten, bahkan luar Bali.

"Kalau sakit medis sudah banyak yang disembuhkan. Begitupun juga yang non medis. Kalau melukat, cukup bawa banten pejatian saja. Nanti jro mangku yang muput upacara hingga melakukan pengelukatan," jelasnya.

Lebih lanjut Atep mengatakan, dia areal petirtaan terdapat duwe yang berwujud yuyu barak atau kepiting yang berwarna merah menyala. Wangsuh dari kepiting itu yang diyakini menyembuhkan pemedek.

Selain itu di areal pura juga terdapat pelinggih Bhatara Ayu Mas Meliah sebagai sumber air yang membantu proses penyembuhan warga. 

“Kemarin ada pemedek yang sakitnya sudah tiga tahun. Akhirnya nunas wangsuh yuyu barak untuk obat, selang beberapa waktu itu sembuh," ujarnya.

Hanya saja, kemunculan duwe yuyu barak tidak bisa diprediksi. Duwe hanya muncul sewaktu-waktu.

"Terakhir ada orang bersemedi di sini. Dialah yang melihat kepiting merah itu berjalan. Sehingga wangsuh itu di-tunas untuk obat," jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Petandakan #Desa adat #Non medis #buleleng #penyakit #tirta sudamala #pura