Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jarang Ditampilkan, Pementasan Calonarang Tarik Perhatian Masyarakat Buleleng

Eka Prasetya • Minggu, 18 Agustus 2024 - 23:53 WIB

 

RAMAI PENONTON: Pementasan drama tari calonarang di RTH Bung Karno serangkaian Buleleng Development Festival 2024.
RAMAI PENONTON: Pementasan drama tari calonarang di RTH Bung Karno serangkaian Buleleng Development Festival 2024.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pementasan  drama tari calonarang yang dibawakan oleh Paguyuban Seniman Bali (PSB) Buleleng di RTH Bung Karno pada Sabtu (17/8/2024), menjadi perhatian masyarakat Buleleng.

Pementasan yang digelar serangkaian Buleleng Development Festival (BDF) itu sangat dinantikan masyarakat. Maklum saja, drama tari calonarang sangat jarang dipentaskan di Buleleng.

Masyarakat pun rela memadati panggung terbuka RTH Bung Karno. Mereka bertahan sejak pementasan baru mulai dibawakan pada pukul 21.30 malam, hingga tuntas sekitar pukul 23.30 malam.

Baca Juga: Pilkada Buleleng 2024, Drama Ramayana Digelar untuk Ingatkan Warga Pilih Pemimpin yang Bijaksana

Drama Tari tersebut mengangkat tema "Rakyān Purwasidhi Anglukat Lara Roga". Tema itu menceritakan tentang tokoh sakti yang berjasa besar dalam menetralisir pengaruh ilmu hitam di pesisir utara Pulau Bali pada masa lalu.

Ketua PSB Buleleng, Gede Pande Satria Kusuma Yudha itu mengatakan, kawasan pesisir Bali Utara pernah dikenal sebagai wilayah yang terperangkap dengan kekuatan ilmu hitam.

Dampaknya masyarakat juga terus menerus terkena malapetaka. Baik itu wabah penyakit maupun gagal panen.

Akhirnya, Mpu Rakyanda Purwasidhi yang sakti mandraguna, berhasil membersihkan malapetaka di Bali Utara.

“Beliau menemukan Tirta Amerta, sumber air suci yang melindungi wilayah ini dari pengaruh jahat,” ujar pria yang akrab disapa Olit itu.

Baca Juga: Sikapi Seniman Gong Legendaris Buleleng Ngambul, Majelis Kebudayaan Bali: Kebanggan Seniman Hanya Apresiasi

Menurutnya pementasan itu bukan sekadar cerita, namun juga menjadi simbol perjuangan untuk membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir utara Bali. 

Dalam pementasan itu, para seniman juga tidak mau main-main. Mereka menyiapkan wetangan matah yang digunakan untuk memancing mereka yang punya kemampuan ilmu hitam.

Wetangan matah itu bukan hanya ditampilkan di panggung, namun juga diusung dari RTH Bung Karno menuju Catus Pata Desa Adat Buleleng, hingga kembali lagi ke RTH.

Olit mengaku para seniman tampil all out. Karena pementasan itu bukan sekadar pertunjukan untuk menghibur masyarakat.

"Tetapi juga penghormatan terhadap leluhur yang telah berjuang membersihkan segala malapetaka dan penyakit yang pernah melanda wilayah ini,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Kesenian pada Dinas Kebudayaan Buleleng, I Made Tegeh Okta Maheri mengatakan, pementasan itu memang sangat dinanti masyarakat.

"Pagelaran seperti ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat Buleleng dalam melestarikan seni tradisi masih sangat tinggi,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Drama tari #calonarang #seniman #buleleng