Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Umat Muslim di Celukan Bawang Gelar Tradisi Safaran. Nikmati Suasana Megibung di Tepi Pantai

Eka Prasetya • Kamis, 5 September 2024 | 19:34 WIB

 

TRADISI: Suasana tradisi safaran yang digelar di Pantai Celukan Bawang, pada Rabu (4/9/2024).
TRADISI: Suasana tradisi safaran yang digelar di Pantai Celukan Bawang, pada Rabu (4/9/2024).

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Umat muslim di Desa Celukan Bawang, Gerokgak, punya tradisi yang unik.

Pada Rabu (4/9/2024) sore, umat muslim di desa tersebut menggelar tradisi safaran. Tradisi itu berlangsung di tepi Pantai Celukan Bawang, Buleleng.

Saat tradisi berlangsung, ratusan warga akan tumpah ruah turun ke tepi pantai membawa berbagai jenis hidangan. 

Mulai dari makanan ringan seperti kue uli, kue bantal, kaliadrem, maupun tape. Selain itu mereka juga membawa makanan utama, seperti kari ayam kampung, kacang tanah, saur, yang dilengkapi dengan ketupat, lontong, atau nasi.

Selanjutnya warga akan duduk bersama di tepi pantai. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, pembacaan doa bersama, dan diakhiri dengan makan bersama.

Baca Juga: Krama Padangbulia Perang Api saat Tradisi Meamuk-amukan. Ini Maknanya

Ketua Ta’mir Masjid Jami’ An Nur Celukan Bawang, H. Muhammad Saad mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa. Dalam doa tersebut, masyarakat mendoakan seluruh makhluk hidup. 

“Kami berdoa bersama memohon keselamatan dari Yang Kuasa. Bisa dibilang untuk menolak bala. Sekaligus mempererat silaturahmi juga,” kata Muhammad Saad.

Menurut Saad, setelah doa bersama, umat akan melakukan makan bersama atau megibung.

Masyarakat akan membagi diri menjadi 4-5 orang dalam satu kelompok. Bahkan ada yang jumlahnya lebih.

Masing-masing kelompok akan mendapat hidangan dalam satu wadah nampan. Untuk kelompok yang jumlahnya lebih besar, mendapat makanan dalam wadah nyiru.

“Satu talam itu makan bersama-sama. Ya semacam megibung. Jadi mempererat silaturahmi juga. Ini salah satu momen yang paling ditunggu oleh masyarakat,” katanya.

Camat Gerokgak, I Gede Arya Rimbawa Giri juga turut hadir dalam acara safaran di Pantai Celukan Bawang itu.

Menurutnya, acara tersebut menunjukkan bahwa masyarakat setempat masih mempertahankan keyakinan agama, adat, dan budaya yang telah diwariskan turun temurun.

“Kami melihat ini bukan hanya bentuk doa bersama saja. Tapi juga bentuk wujud syukur dan silaturahmi,” kata Giri.

Ia pun berharap agar masyarakat tetap melaksanakan tradisi safaran tersebut. Sehingga semangat kebersamaan dan silaturahmi tetap terjaga. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#umat #gerokgak #muslim #celukan bawang #megibung #tradisi #buleleng