RadarBuleleng.id - Langkah inspiratif dilakoni oleh Teater Sastra Welang. Mereka mengumpulkan puluhan karya sastrawan Bali lintas generasi.
Karya-karya tersebut kini didokumentasikan dalam bentuk antologi cerpen berjudul “Manusia Manusia”. Antologi itu melibatkan 33 orang sastrawan lintas generasi.
Tak hanya itu, ada delapan orang seniman yang turut dilibatkan untuk menggarap ilustrasi visual setiap cerpen di dalamnya.
Sastrawan Lintas Generasi tersebut antara lain Putu Wijaya, Abu Bakar, Gde Aryantha Soethama, Oka Rusmini, Sunaryono Basuki KS, Cok Sawitri, Putu Fajar Arcana, Putu Oka Sukanta, Frans Nadjira, Wayan Jengki Sunarta, Nyoman Tusthi Eddy, Samar Gantang, Putu Satria Kusuma.
Juga menampilkan karya Mas Ruscitadewi, Gus Martin, Nanoq da Kansas, Warih Wisatsana, Made Adnyana Ole, Noviana Kusumawardhani, DG Kumarsana, Kadek Sonia Piscayanti, Pranita Dewi, Moch Satrio Welang, Made Purnama Sari.
Selanjutnya ada, karya Putu Rastiti, Luh Arik Sariadi, Ari Dwijayanti, Made Sugianto, Wulan Dewi Saraswati, Juli Sastrawan, Putu Supartika, Agus Wiratama, dan Surya Gemilang.
Buku tersebut sebenarnya sudah digarap sejak tahun 2009 lalu. Perlu waktu selama 16 tahun bagi Teater Sastra Welang Bali untuk menyatukan karya-karya sastra cerpen ini yang bertujuan untuk merefleksikan kekayaan sastra di Bali.
Antologi Cerpen ‘Manusia Manusia’ dibuka dengan tulisan pengantar Arif B. Prasetyo, seorang kritikus sastra dan seni rupa yang mengantarkan pembaca sebelum memasuki ruang dimensi yang dibangun oleh para sastrawan dalam buku ini.
Ketua Teater Sastra Welang, Moch Satrio Welang mengatakan, buku ini juga dikirim ke Perpustakaan Nasional RI, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Balai Bahasa Provinsi Bali, serta berbagai komunitas di Indonesia.
Tujuannya untuk memperkuat dokumentasi karya sastrawan. Khususnya yang selama ini bergiat di Bali.
"Kami memperkuat jejaring sastra dalam upaya pendokumentasian karya," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya