Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hari Raya Nyepi, Pemprov Bali Himbau Umat Muslim Sholat Tarawih di Masjid Terdekat

Eka Prasetya • Rabu, 19 Februari 2025 | 23:27 WIB

 

SALING MENGHARGAI: Ilustrasi ucapan selamat hari raya Nyepi dan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa yang kebetulan bersamaan.
SALING MENGHARGAI: Ilustrasi ucapan selamat hari raya Nyepi dan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa yang kebetulan bersamaan.

RadarBuleleng.id - Hari raya Nyepi tahun ini, akan berlangsung bersamaan dengan momentum Ramadhan.

Praktis hal itu memerlukan pengaturan. Sehingga proses ibadah, baik umat Hindu maupun umat muslim bisa berjalan dengan khusyuk sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali sudah menerbitkan seruan bersama.

Berdasarkan seruan tersebut disampaikan bahwa Umat Hindu melaksanakan rangkaian perayaan hari Suci Nyepi Tahun Caka 1947 meliputi: Malis, Pangrupukan, Sipeng atau Catur Bratha Penyepian dan Ngembak Geni dengan khidmat dan khusyuk. 

Jasa transportasi (darat, laut dan udara) tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi mulai dari Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 06.00 Wita sampai dengan Minggu, 30 maret 2025 pukul 06.00 Wita.

Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra mengatakan, masyarakat tidak diperkenankan untuk bepergian keluar rumah, menyalakan petasan atau mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, lampu penerangan dan sejenisnya, sehingga berpotensi mengurangi keheningan dan kesucian pelaksanaan Hari Suci Nyepi.

“Prajuru Desa Adat, Pecalang, BANKAMDA, Aparat Desa/ Kelurahan dan petugas keamanan di setiap tempat ibadah berperan mewujudkan situasi dan kondisi yang aman, tenang dan tertib dalam rangkaian Hari Suci Nyepi di wilayahnya masing-masing,” jelas Dewa Made Indra.

Indra juga meminta agar provider jasa seluler untuk mematikan data seluler. Seluruh penyedia jasa televisi juga mematikan siaran mulai Sabtu (29/3/2025) pukul 06.00 pagi hingga Minggu (30/3/2025) pukul 06.00 pagi.

“Usaha penyedia jasa akomodasi, penyedia jasa hiburan dan tempat wisata dilarang mempromosikan usahanya dengan branding Nyepi,” tegasnya.

Selain itu berkenaan dengan pelaksanaan Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, Dewa Made Indra mengimbau umat muslim melaksanakan sholat tarawih di masjid terdekat.

Pelaksanaan sholat tarawih dilaksanakan pada pukul 20.00 hingga pukul 21.30 malam, dan tidak mengenakan pengeras suara.

Saat menuju masjid, umat harus berjalan kaki. Selain itu saat sholat hanya diperkenankan menggunakan satu titik lampu. Pengelola masjid juga diminta berkoordinasi dengan desa adat setempat.

“Dengan rasa kebersamaan, saling menghormati, toleransi, saling memuliakan kesucian dan kekhidmatan pelaksanaan Hari Suci Agama, kita yakin pelaksanaan Hari Suci Nyepi dan Bulan Ramadhan 1447 H di Bali akan berjalan dengan baik dan memperkuat persaudaran antar umat Beragama,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #ramadhan #Pemprov Bali #nyepi #tarawih #sholat