Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kerjasama Budaya, Kenalkan Alat Musik Tradisional Jepang di Undiksha

Eka Prasetya • Selasa, 11 Maret 2025 | 01:09 WIB

 

KERJASAMA BUDAYA: Sejumlah siswa asal Jepang memainkan alat musik tabuh di aula FBS Undiksha.
KERJASAMA BUDAYA: Sejumlah siswa asal Jepang memainkan alat musik tabuh di aula FBS Undiksha.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kerjasama budaya terungkap dalam Workshop Seni Budaya yang berlangsung di Wantilan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha (FBS Undiksha), pada Senin (10/3/2025).

Dalam workshop itu, peserta dikenalkan dengan sebuah alat musik tradisional Jepang. Pengenalan itu diharapkan memberi wawasan peserta terhadap penggunaan alat musik ritmik.

Workshop itu merupakan kerjasama antara Undiksha Singaraja, IOV Unesco, dan Sanggar Seni Santhi Budaya, Buleleng.

Ketua Sanggar Seni Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, workshop tersebut menjadi peluang berharga bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan seniman Jepang serta memperkaya wawasan mereka tentang budaya negeri Sakura. 

Mahasiswa Undiksha, khususnya dari Program Studi Bahasa Jepang, turut menampilkan musik ritmis khas Bali dan berkolaborasi dalam tarian yang menggabungkan unsur budaya Jepang dan Bali.

"Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut melalui kesepakatan MoU agar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan," ujar pria yang akrab disapa Gus Eka itu.

Perwakilan IOV UNESCO, Andris Adhitra, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan workshop tersebut. 

"Hari ini, kita merayakan hubungan budaya yang mendalam antara Indonesia dan Jepang, dua negara yang kaya akan tradisi, seni, dan spiritualitas," ujarnya.

Andris mengatakan bahwa hubungan seni dan budaya antara Bali dan Jepang telah terjalin erat sejak lama. 

Banyak seniman Jepang datang ke Bali untuk mendalami seni tradisional, sementara seniman Bali juga aktif memperkenalkan warisan budayanya di Jepang. 

"Saling menghormati dan mengagumi antara dua budaya ini menunjukkan bahwa seni dan bahasa memiliki kekuatan untuk menyatukan manusia, memperdalam pemahaman, dan mempererat persahabatan," tambahnya.

Sebagai organisasi yang berkomitmen terhadap pelestarian warisan budaya takbenda, IOV Indonesia meyakini bahwa bahasa dan budaya adalah jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha, Prof. Gede Rasben Dantes menilai, kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran ilmu antara budaya Indonesia dan Jepang. 

"Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga seni dan budaya kita semakin dikenal di kancah internasional," tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#workshop #jepang #mahasiswa #unesco #Sanggar #seniman #undiksha #tradisi #seni #budaya #buleleng #universitas pendidikan ganesha