Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lomba Ogoh-Ogoh Mini: Upaya Generasi Muda Buleleng Lestarikan Budaya

Francelino Junior • Minggu, 16 Maret 2025 | 22:28 WIB

 

OGOH-OGOH MINI: Suasana penilaian lomba ogoh-ogoh mini yang berlangsung di Desa Anturan, Buleleng.
OGOH-OGOH MINI: Suasana penilaian lomba ogoh-ogoh mini yang berlangsung di Desa Anturan, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sekaa Teruna Dharma Puja Banjar Pasar, Desa Anturan, mengadakan Lomba Ogoh-Ogoh Mini.

Kompetisi itu terbuka untuk kategori umum se-Bali. Acara penilaian berlangsung di Wantilan Pura Dewa Gede Patih, Desa Anturan, Buleleng pada Minggu (16/3/2025). 

Ketua ST Dharma Puja, Made Ega Permana menjelaskan, lomba tersebut bertujuan mengajak sekaa teruna-teruni terus aktif dalam berkesenian dan mengasah keterampilan mereka dalam pembuatan ogoh-ogoh.

Selain itu, pihaknya ingin mendorong kreativitas generasi muda dalam seni ogoh-ogoh serta mempertahankan warisan budaya Bali.

"Kami ingin menampilkan bakat para yowana serta memperlihatkan bagaimana mereka mengembangkan keahlian dalam menciptakan ogoh-ogoh yang semakin kompleks. Ini juga bisa menjadi langkah awal bagi mereka sebelum menjadi undagi di banjar masing-masing," ungkapnya.

Baca Juga: Rayakan Nyepi, Muda-Mudi di Desa Panji Gelar Parade Ogoh-Ogoh

Tahun ini, ada 14 orang peserta yang mendaftar. Namun dalam proses penilaian, hanya ada 12 orang peserta yang hadir.

Ogoh-ogoh mini yang dihadirkan, berasal dari berbagai desa. Seperti dari Desa Patemon, Pemuteran, Nagasepaha, Sukasada, Baktiseraga, termasuk dari tuan rumah Anturan. 

"Penjurian dalam lomba ini memperhitungkan berbagai aspek, seperti anatomi, estetika, sinopsis, serta pemanfaatan teknologi dalam karya. Beberapa elemen yang dinilai meliputi agem (busana), bentuk, keselarasan tema, aksesoris, dan tingkat kerumitan dari ogoh-ogoh yang dibuat," tambahnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat semakin banyak diselenggarakan di desa-desa lain guna menjaga tradisi serta meningkatkan kualitas seni ogoh-ogoh di Bali.

Salah satu peserta, Ketut Roni Sugiana, memboyong ogoh-ogoh mini dengan tema "Raja Rahwana". 

Ogoh-ogoh tersebut menggambarkan sosok Rahwana dalam kondisi marah bersama tunggangannya, Wilmana. 

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pengerjaan karyanya adalah menciptakan payasan atau hiasan dengan detail yang rumit. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ogoh-ogoh #anturan #lomba #budaya #sekaa teruna #buleleng