Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ngembak Geni, Warga di Buleleng Gelar Tradisi Nyakan Diwang

Eka Prasetya • Minggu, 30 Maret 2025 | 17:42 WIB

 

TRADISI: Tradisi Nyakan Diwang di Desa Banjar, Buleleng.
TRADISI: Tradisi Nyakan Diwang di Desa Banjar, Buleleng.

BANJAR, RadarBuleleng.id - Berbagai tradisi dilakukan masyarakat Buleleng untuk menyambut maupun memperingati hari raya Nyepi.

Salah satunya adalah tradisi nyakan diwang. Tradisi ini masih dilakukan masyarakat di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Banjar.

Tradisi nyakan diwang biasanya berlangsung pada saat ngembak geni. Terutama menjelang berakhirnya hari raya Nyepi.

Masyarakat akan keluar rumah pada dini hari. Biasanya mulai pukul 03.00 dini hari.

Selanjutnya masyarakat akan membuat tungku sederhana dari batu bata atau batako. Tungku itu dibuat di depan pintu pagar, tepat di sisi jalan.

Setelah tungku tuntas. Masyarakat akan memasak berbagai hidangan. Mulai dari nasi, sate, ayam suwir, saur, maupun sayur mayur.

Kemudian masyarakat akan makan bersama dengan keluarga di pinggir jalan. Mereka juga akan bertukar menu makanan atau sekadar saling mencicipi makanan dengan tetangga di dekat rumah.

Baca Juga: Langgar Kesunyian Nyepi, Oknum Polisi dan Teman Mabuk Terobos Jalanan Desa di Bali

Salah satu warga di Desa Banjar, Ida Putu Wedanajati mengungkapkan, tradisi nyakan diwang merupakan salah satu tradisi lama yang dilakoni masyarakat.

Ia menyebut tradisi itu sudah berlangsung sejak ia masih kecil. Tradisi itu masih berjalan hingga kini, setelah ia pensiun sebagai personel Polri.

“Ini tradisi leluhur kami. Sudah sangat lama sekali. Jadi ini bentuk kami mempertahankan tradisi yang diwariskan oleh orang tua kami,” ujarnya.

Menurut Wedanajati, nyakan diwang bukan sekadar tradisi memasak makanan di luar rumah. Tapi juga bentuk silaturahmi sekaligus menjaga keajegan Bali.

“Sekalian silaturahmi dengan tetangga. Mereka yang pulang kampung saat hari raya. Sama-sama menjaga keajegan Bali, mempertahankan tradisi,” tegasnya.

Hal serupa diungkapkan warga lainnya, Ida Ketut Arcana. Menurutnya, saat nyakan diwang pihaknya saling mengunjungi dan menyapa tetangga maupun keluarga.

“Ini momen yang dinanti. Karena seharian kita menyepi di rumah, selanjutnya kita langsung bergembira, bertegur sapa, dan bersilaturahmi dengan keluarga dan tetangga dekat,” ujar Arcana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#nyakan diwang #ngembak geni #makanan #Banjar #dini hari #tradisi #nyepi #memasak #buleleng #silaturahmi