SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kesenian janger kolok khas Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, memeriahkan pagelaran seni HUT ke-421 Kota Singaraja.
Sekaa janger kolok mementaskan karya mereka dalam pagelaran seni yang digelar di RTH Bung Karno, Kelurahan Sukasada, pada Senin (7/4/2025) malam.
Janger kolok memang kesenian khas yang ada di Desa Bengkala. Kesenian ini ditarikan oleh warga disabilitas tuli-bisu yang tinggal di desa tersebut.
Mereka kemudian menghimpun diri untuk membuat sebuah sekaa kesenian. Meski dalam kondisi tuli-bisu, mereka tetap bisa memainkan kesenian janger dengan baik.
Mereka membawakan berbagai tari-tarian. Selain itu, para kecak (penari pria dalam kesenian janger) juga sempat membawakan atraksi pencak silat. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri.
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika mengatakan, pihaknya sengaja menampilkan kesenian janger kolok dalam pagelaran seni serangkaian perayaan HUT ke-421 Kota Singaraja.
Wisandika mengatakan, kesenian janger kolok merupakan kesenian yang unik. Bahkan hanya ada satu-satunya di Bali. Kesenian tersebut bahkan sudah mendunia.
“Kami sengaja hadirkan dalam pagelaran seni untuk menunjukkan bahwa mereka yang disabilitas juga bisa berkesenian. Bahkan dilirik oleh masyarakat internasional,” ujar Wisandika.
Wisandika menjelaskan, sekaa janger kolok dibentuk oleh mendiang Wayan Nedeng pada tahun 1969 silam.
Lazimnya, tarian janger juga diwarnai dengan nyanyian. Namun karena penari janger kolok adalah disabilitas bisu-tuli, maka nyanyian digantikan oleh bahasa isyarat.
Selain itu, tarian juga diisi dengan atraksi pencak silat sebagai penambah daya tarik dalam kesenian.
Seiring berjalannya waktu, koreografinya terus berkembang. Mendiang Wayan Durpa kemudian menyisipkan kisah arjuna wiwaha dalam kesenian janger kolok. Hal itu diadopsi hingga kini.
“Kami ingin memberdayakan warga disabilitas. Sekaligus menunjukkan bahwa warga disabilitas juga bisa setara dengan masyarakat lainnya dalam hal berkesenian,” demikian Wisandika. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya