Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sannipata Waisak: Umat Buddha Bali Serukan Persatuan dan Cinta Kasih

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 26 Mei 2025 | 22:42 WIB

 

PERINGATI WAISAK: Sannipata yang melibatkan umat Budha dari seluruh Bali.
PERINGATI WAISAK: Sannipata yang melibatkan umat Budha dari seluruh Bali.

RadarBuleleng.id – Ratusan umat Buddha di Bali mengikuti perayaan Sannipata sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2569 BE yang digelar pada Sabtu (25/5/2025) di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar. 

Suasana penuh khidmat menyelimuti acara yang dipadukan dengan pentas seni, drama tari, serta renungan Waisak yang dipimpin Bhante Nyanasila, Thera.

Dalam renungan tersebut, umat menyalakan lilin sebagai simbol pencerahan batin dan mengikuti perenungan dengan khusyuk, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam.

Ketua Permabudhi Provinsi Bali, Hery Sudiarto menjelaskan bahwa Sannipata bermakna "pertemuan agung", yaitu momen berkumpulnya para arahat dalam semangat kebersamaan dan kebijaksanaan. 

"Tema Waisak tahun ini sangat relevan, yakni 'Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia'. Ini mengingatkan kita bahwa kedamaian sejati bersumber dari dalam diri, dilandasi sila dan kebijaksanaan," ujarnya.

Lewat pesan tersebut, umat Buddha diajak menjadi cahaya bagi sesama, bukan menghakimi atau memecah belah, melainkan menyatukan dan menebar cinta kasih.

"Melalui peringatan Waisak, mari kita mendalami Dharma sebagai jalan hidup, bukan sekadar ajaran. Menguatkan kendali diri, menjernihkan batin, dan mempraktikkan welas asih tanpa batas bagi semua makhluk," imbuhnya.

Hery juga berharap agar Pemerintah Provinsi Bali terus memberi ruang dan dukungan agar perayaan ini bisa berlangsung rutin setiap tahun. 

Menurutnya, keberadaan umat Buddha di Bali adalah bagian tak terpisahkan dari semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai visi pembangunan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta.

"Kami siap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi menjaga harmoni di Bali. Waisak ini adalah momentum memperkuat spiritualitas, semangat kebersamaan, dan peran aktif menjaga kesucian alam Bali," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menilai peringatan Waisak bukan hanya bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Buddhisme. 

Peringatan waisak juga menjadi wujud nyata kontribusi umat Buddha dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berlandaskan kebajikan universal.

"Perayaan ini menjadi panggilan untuk merenungi arah hidup dan meneguhkan komitmen pada perdamaian. Bukan sekadar cita-cita, tapi harus kita wujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari," tegasnya.

Sekda Dewa Indra berharap momentum suci ini menjadi cahaya penuntun untuk memperkuat tekad bersama membangun Bali yang damai, adil, dan berkelanjutan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#waisak #bali #buddha #Art Centre #lilin #denpasar #bhante #Dharma