Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hujan Lebat, Sanggar Manik Uttara Tetap Tampil All Out di Pesta Kesenian Bali

Eka Prasetya • Kamis, 26 Juni 2025 | 16:25 WIB

 

ALL OUT: Pementasan Sanggar Seni Manik Uttara dalam parade gong kebyar serangkaian Pesta Kesenian Bali 2025.
ALL OUT: Pementasan Sanggar Seni Manik Uttara dalam parade gong kebyar serangkaian Pesta Kesenian Bali 2025.

RadarBuleleng.id – Hujan lebat yang mengguyur Kota Denpasar pada Rabu (26/6/2025) malam, tak menyurutkan semangat seniman-seniman muda Buleleng.

Mereka tetap tampil all out dalam ajang pagelaran Gong Kebyar Anak yang dipentaskan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025.

Sanggar Seni Manik Uttara sebenarnya dijadwalkan tampil membawa tiga jenis kesenian. Masing-masing Tabuh Kreasi Damana, Tari Magrumbungan, serta Dolanan Majukung-jukungan. 

Namun saat mereka bersiap menampilkan pementasan pamungkas, Dolanan Majukung-jukungan, mendadak hujan lebat.

"Cuaca dari sore memang sudah tidak bersahabat. Proses check sound yang seharusnya pukul 18.00 WITA saja tertunda hingga 19.30 WITA," ungkap Ketua Sanggar Manik Uttara, Kadek Sefyan Artawan.

Setelah lama ditunggu, hujan tak juga reda. Sehingga menjelang pukul 22.00 malam, pihak sanggar memutuskan untuk tetap melanjutkan pentas. 

Seniman yang akrab disapa Dek An itu meyakini, ketimbang pulang karena gagal pentas, lebih baik anak-anak basah kuyup sekaligus. 

Ia tak  mau anak asuhnya pulang dengan rasa kecewa, apalagi mereka sudah latihan selama berbulan-bulan. Khusus untuk tampil pada ajang PKB.

Panitia terpaksa mematikan sound system sepenuhnya demi mencegah kerusakan akibat hujan. 

Kondisi itu membuat Dek An mengambil inisiatif. Mengajak penonton yang tersisa untuk mendekat ke bibir panggung agar bisa menikmati penampilan lebih dekat.

Tyang permakluman selaku ketua sanggar, bahwa penonton tyang arahkan untuk mendekat panggung. Jujur saja, biar dolanan kami bisa didengar dialognya,” ujar Sefyan sebelum menginstruksikan anak-anak memulai pentas.

Beberapa menit jelang pukul 22.00 WITA, pertunjukan pun dimulai. Tanpa sound system, tanpa panggung kering, anak-anak naik ke pentas yang becek dan diguyur hujan deras. Riuh tepuk tangan menyambut mereka.

Dengan wajah ceria dan semangat membara, para pelakon dolanan tampil sepenuh hati. Para seniman muda di Sanggar Manik Uttara justru semakin bersemangat pentas.

Sorak-sorai penonton pecah, tawa mengalir deras menyambut tingkah lucu dan gerakan lincah anak-anak yang tampil seperti tengah bermain sambil mandi hujan. 

Karpet merah Ardha Candra yang menggenang air pun sesekali memercik mengikuti gerakan mereka yang menari, melompat, dan sesekali terbahak.

Penonton pun setia menyaksikan pementasan mereka dari pinggir panggung. Meski para penonton harus menggunakan payung, jas hujan, bahkan ada juga yang ikut hujan-hujanan.

Penampilan duta kesenian Kabupaten Buleleng pada Rabu malam banjir pujian. Masyarakat dan netizen memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi mereka untuk tetap tampil di PKB, meski cuaca tak bersahabat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Ardha Candra #pentas #check sound #tari #pesta kesenian bali #Sanggar #pkb #seniman #kecewa #hujan #seni #hujan deras #panitia #penonton #basah kuyup #gong kebyar #buleleng #dolanan