Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pasca KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Pemerintah Gelar Upacara Mulang Pakelem di Selat Bali

Muhammad Basir • Kamis, 24 Juli 2025 | 20:25 WIB

 

PAKELEM: Pelaksanaan ritual pakelem di perairan Selat Bali beberapa tahun lalu.
PAKELEM: Pelaksanaan ritual pakelem di perairan Selat Bali beberapa tahun lalu.

RadarBuleleng.id - Peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali menggugah kepedulian warga di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. 

Pemkab Jembrana berencana menggelar upacara mecaru dan mulang pakelem pada Jumat (25/7/2025). Lokasi ritual dipusatkan di area parkir Dermaga LCM, Pelabuhan Gilimanuk.

Camat Melaya, I Putu Gde Oka Santhika mengatakan, upacara tersebut ditujukan untuk memohon keselamatan bagi seluruh aktivitas penyeberangan di Selat Bali. 

Terlebih, insiden tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya menjadi pengingat pentingnya menjaga keharmonisan alam dan laut.

"Upacara ini adalah bentuk pembersihan secara niskala sekaligus memohon restu agar setiap perjalanan laut di Selat Bali berlangsung aman," ujarnya.

Oka menjelaskan, mulang pakelem merupakan ritual umat Hindu Bali dengan cara melarung berbagai persembahan ke laut, termasuk hewan. Tujuannya adalah memohon keselamatan, kesejahteraan, serta kesuburan bagi alam dan masyarakat.

Menurut Oka, terakhir kali upacara mulang pakelem dilakukan pada tahun 2016 silam, usai tragedi tenggelamnya KMP Rafelia II. Setelah itu, belum pernah ada ritual serupa hingga kini.

Ia berharap, upacara mulang pakelem bisa menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh pengelola Pelabuhan Gilimanuk sebagai bentuk spiritual penjagaan kawasan perairan.

"Kalau bisa ini menjadi agenda tahunan demi keselamatan penyeberangan," imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma selaku ketua panitia upacara menjelaskan, dalam ritual nanti pihaknya akan melarung beberapa hewan seperti kerbau, kambing, dan ayam ke tengah laut.

“Upacara mecaru dan mulang pakelem ini merupakan bentuk doa bersama agar seluruh aktivitas laut berlangsung lancar dan selamat,” kata Tony. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #dermaga #ritual #selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya #mecaru #pelabuhan #gilimanuk #penyeberangan #pakelem