Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hendak Dipamerkan di Bulfest, Disbud Buleleng Baru Kumpulkan 80 Topeng

Eka Prasetya • Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:15 WIB

 

DIPAMERKAN: Sejumlah koleksi topeng yang akan dipamerkan pada ajang Buleleng Festival 2025.
DIPAMERKAN: Sejumlah koleksi topeng yang akan dipamerkan pada ajang Buleleng Festival 2025.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Menjelang pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2025 yang akan dibuka pada Senin (18/8/2025) mendatang, Dinas Kebudayaan Buleleng mulai menjemput koleksi topeng dari sanggar-sanggar seni di wilayah setempat. 

Hingga kemarin (13/8/2025), sudah 80 buah topeng yang terkumpul. Topeng-topeng itu akan dipamerkan di ruang rapat rumah jabatan Bupati Buleleng.

Pameran ini menjadi salah satu agenda inti Bulfest 2025 dengan tema The Mask History of Buleleng atau “Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng.” 

Selain deretan topeng, pengunjung juga akan disuguhi lukisan, foto, serta seminar topeng dengan narasumber akademisi sekaligus praktisi seni, Prof. I Made Bandem.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, I Nyoman Wisandika mengatakan, sejumlah sanggar telah mengizinkan peminjaman koleksi mereka untuk dipamerkan. 

Di antaranya Sekaa Wayang Wong Guna Murti Tejakula yang meminjamkan 28 topeng, koleksi pribadi mendiang maestro topeng almarhum Nyoman Suma Argawa sebanyak 9 topeng, koleksi Dinas Kebudayaan Buleleng sebanyak 8 topeng, serta sejumlah topeng dari Sanggar Tri Bhuana Giri Banyuatis dan sanggar lainnya.

“Di Guna Murti Tejakula ada banyak topeng, tetapi sebagian disakralkan sehingga tidak bisa dipamerkan. Koleksi yang bisa kami bawa tetap sangat berharga,” kata Wisandika.

Topeng yang akan dipamerkan sebagian besar merupakan karakter wayang wong, topeng bondres, serta topeng khas Buleleng karya Suma Argawa, seperti topeng barong singa, tapel rangda, dan topeng jatayu.

Selain pameran, Dinas Kebudayaan juga menyiapkan tiga zona pementasan seni selama Bulfest 2025.

Adapun zona A di panggung utama depan Tugu Singa Ambara Raja menampilkan kesenian tradisional dan modern, termasuk Tari Massal Magrumbungan dengan 150 penari yang bergerak di sepanjang Jalan Ngurah Rai.

Selanjutnya zona B ada di Sasana Budaya menghadirkan Gong Kebyar legendaris dari Tejakula, Desa Bontihing, Menyali, Lemukih, Jagaraga, serta Gong Kebyar Eka Wakya Banjar Paketan. 

Ada pula angklung kebyar dari Sanggar Suara Mustika dan Desa Ambengan, serta Drama Gong Nong-Nong Kling Banyuning yang mengangkat cerita Sampek Engtay.

Terakhir Zona C yang terletak di Puri Kanginan Singaraja akan disiapkan untuk kesenian klasik, seperti prembon, arja Sari Mekar, Gambuh Anturan, Joged, hingga sendratari Jayaprana dan Layonsari persembahan tim Dinas Kebudayaan Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kebudayaan #topeng #tejakula #rumah jabatan #Maestro #Sanggar #Wayang wong #bulfest #buleleng festival #buleleng #koleksi