Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tradisi Safar di Celukan Bawang, Warga Gelar Doa Bersama dan Megibung di Pantai

Eka Prasetya • Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:59 WIB

 

TRADISI: Tradisi safar yang diselenggarakan masyarakat Desa Celukan Bawang, Buleleng.
TRADISI: Tradisi safar yang diselenggarakan masyarakat Desa Celukan Bawang, Buleleng.

GEROKGAK, RadarBuleleng.id - Masyarakat di Desa Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali, kembali menggelar tradisi safar.

Seperti yang terlihat pada Rabu (21/8/2025), ratusan warga berkumpul di kawasan Pantai Celukan Bawang untuk melaksanakan ritual tahunan yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang.

Ketua Takmir Masjid Jami Annur Celukan Bawang, H. Muhammad Saad menjelaskan, tradisi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud syukur masyarakat. 

“Tradisi safaran ini sudah ada sejak dulu. Tujuannya untuk berdoa bersama, berterima kasih atas rezeki dan kesehatan selama setahun terakhir, sekaligus memohon perlindungan dari segala bala di tahun mendatang,” ujarnya.

Dalam tradisi tersebut, warga juga menggelar megibung atau makan bersama dengan membawa beragam hidangan sesuai keikhlasan masing-masing. 

Ada yang membawa ketupat, lontong, nasi kuning, kue bantal, hingga lauk pauk seperti cumi, kerang laut, serta hasil bumi dan laut setempat. 

“Yang penting kebersamaan. Kita menikmati apa adanya sambil mempererat persaudaraan,” imbuh Saad.

Baca Juga: Buka Peluang Investasi, Dewan Minta Pemkab Buleleng Segera Tuntaskan Aturan Tata Ruang

Camat Gerokgak, I Gede Arya Rimbawa Giri, yang turut hadir, mengapresiasi semangat masyarakat mempertahankan tradisi. 

Ia menyebut antusiasme warga sangat tinggi. Bahkan acara itu bukan hanya melibatkan warga Celukan Bawang, tetapi juga dari desa-desa sekitar, bahkan ada yang datang dari Kota Singaraja. 

“Kalau di kota mungkin tradisi semacam ini sudah jarang, tapi di Celukan Bawang masih tetap intens. Suasananya seperti pulang kampung, bertemu keluarga besar,” kata Giri.

Tradisi Safar di Celukan Bawang digelar setiap Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan Hijriah. 

Selain sebagai wujud doa bersama, kegiatan ini menjadi ruang mempererat persaudaraan antar warga sekaligus menjaga warisan budaya Islami yang masih hidup di tengah masyarakat pesisir utara Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #masjid #celukan bawang #pantai #rezeki #hasil bumi #Safar #megibung #desa #tradisi #buleleng #silaturahmi