Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diwali, Hari Raya Tanpa Tanggal Merah. Meriah di Aceh dan Medan, Jarang Dirayakan di Bali

Dianisa Damayanti • Senin, 20 Oktober 2025 | 22:22 WIB
ilustrasi perayaan diwali atau deepavali.
ilustrasi perayaan diwali atau deepavali.

RadarBuleleng.id - Umat Hindu di Indonesia akan merayakan Diwali atau Deepavali pada Selasa (21/10/2025).

Meski menjadi salah satu perayaan penting dalam agama Hindu, tanggal tersebut tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional maupun cuti bersama yang ditetapkan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

Dalam SKB tersebut, pemerintah hanya menetapkan sejumlah hari besar keagamaan dan nasional tertentu sebagai hari libur resmi.

Berdasarkan daftar yang dikeluarkan, 21 Oktober 2025 tidak dicantumkan sebagai tanggal merah, sehingga kegiatan perkantoran, sekolah, maupun layanan publik tetap berjalan seperti biasa.

Meski demikian, hari raya Diwali tetap berlangsung meriah di kalangan umat Hindu di berbagai daerah Indonesia.

Diwali yang dikenal sebagai Festival of Lights atau Festival Cahaya, menjadi simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan serta terang atas kegelapan.

Tradisi ini umumnya dilakukan dengan menyalakan lampu minyak, menata lilin di rumah, memakai pakaian tradisional, serta berdoa di kuil.

Walau bukan hari libur nasional, umat Hindu tetap dapat merayakannya secara khidmat dan penuh makna.

Istilah “Diwali” berasal dari bahasa Sanskerta, yakni avali yang berarti deretan, dan deepa yang berarti lampu tanah liat.

Karena itu, rumah-rumah umat Hindu biasanya dihiasi cahaya lampu sebagai simbol pencerahan dan harapan baru.

Pemerintah menegaskan, tidak semua hari raya keagamaan secara otomatis ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Meski demikian, beberapa perusahaan atau instansi dapat memberikan kebijakan internal berupa izin khusus bagi karyawan yang merayakan Diwali.

Adapun hari Diwali atau Deepavali dirayakan dengan meriah di Aceh, Medan, serta sebagian titik di Jakarta.

Masyarakat Hindu yang berhaluan ke India, atau yang kerap disebut Hindu Tamil, akan merayakan hari raya ini secara besar-besaran.

Sementara di Bali yang juga merupakan kantong penduduk beragama Hindu, justru tidak merayakan Diwali.

Alasannya umat Hindu di Bali lebih berhaluan ke Hindu Nusantara, tepatnya lagi Hindu Dharma. Biasanya Diwali di Bali hanya dirayakan oleh wisatawan India atau Malaysia yang tengah berlibur. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#cuti bersama #hari besar #hindu #hari libur #kuil #libur #hari raya #diwali #deepavali #skb