Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Unik, Piodalan di Pura Taman Sari Buleleng Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis

Francelino Junior • Senin, 3 November 2025 | 16:06 WIB
WUJUD KEPEDULIAN: Suasana layanan kesehatan gratis yang dilakukan prajuru untuk pengempon Pura Taman Sari. Ini agar kesehatan mereka tetap terjaga, meski harus ngayah selama piodalan.
WUJUD KEPEDULIAN: Suasana layanan kesehatan gratis yang dilakukan prajuru untuk pengempon Pura Taman Sari. Ini agar kesehatan mereka tetap terjaga, meski harus ngayah selama piodalan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Piodalan yang identik dengan kegiatan spiritual dan upacara keagamaan, tampil berbeda di Pura Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, Bali.

Dalam rangkaian Pujawali Pedudusan Alit tahun ini, prajuru pura menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi umat yang ngayah maupun masyarakat sekitar, Minggu (2/11/2025) pagi.

Kegiatan yang digelar di kompleks pura di Jalan Pulau Selayar itu tampak ramai. Puluhan warga mengenakan busana adat madya Bali hilir mudik di area pura. 

Inisiatif tersebut diambil oleh pengurus pura sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengayah yang telah berhari-hari membantu persiapan upacara.

“Setiap piodalan atau karya, selalu ada umat yang ngayah. Penting bagi kami untuk memperhatikan kesehatan mereka, karena mereka sudah berkorban waktu dan tenaga untuk kelancaran upacara,” ujar Kelian Pura Taman Sari, Ketut Windu Saputra.

Ia menjelaskan, rangkaian pujawali di Pura Taman Sari sudah berlangsung sejak akhir Oktober dan akan berpuncak pada Rabu (5/11/2025). 

Selama dua minggu terakhir, aktivitas di pura tak pernah sepi. Para pengayah datang silih berganti dari pagi hingga malam hari, bahkan tetap bertugas di tengah panas terik dan hujan deras.

Melihat kondisi itu, prajuru Pura Taman Sari bekerja sama dengan salah satu rumah sakit swasta dan yayasan kesehatan untuk menggelar layanan medis gratis. 

Langkah tersebut dilakukan karena sebagian besar pengayah berusia di atas 50 tahun dan rentan kelelahan.

“Ini bentuk perhatian kami kepada para pengempon dan pengayah. Tanpa mereka, upacara tidak akan berjalan maksimal,” lanjut Windu.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata penerapan ajaran Tri Hita Karana, khususnya pada hubungan antarsesama manusia (pawongan). 

“Melalui pelayanan kesehatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa piodalan bukan hanya ritual, tapi juga kepedulian dan harmoni antar umat,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pura taman sari #Piodalan #pujawali #pengempon #rumah sakit #Tri Hita Karana #yayasan #spiritual #kampung baru #buleleng #prajuru #ngayah #kelian adat