RadarBuleleng.id - Pencairan berbagai bantuan sosial untuk Tahap 4 mulai menunjukkan progres signifikan sejak Jumat (5/12/2025).
Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) hasil peralihan dari PT Pos ke Bank Himbara sudah terisi lebih dari Rp 1 juta.
Temuan ini menjadi penanda bahwa distribusi bantuan PKH, BPNT, dan BLT Kesra masuk fase penyaluran akhir tahun.
Otoritas penyalur mengimbau KPM peralihan yang dananya belum masuk agar mulai melakukan pengecekan berkala.
Proses transfer bantuan dilakukan bertahap dan diproyeksikan meningkat sepanjang pekan ini.
Pemutakhiran di aplikasi SIKS-NG menunjukkan status penyaluran BPNT berbeda-beda di antara bank penyalur.
Bank Mandiri saat ini terlihat memasuki tahap Proses Cek Rekening.
Sementara Bank BNI masih berada pada tahap SPM, menandakan proses administrasi belum sepenuhnya bergeser ke penyaluran.
Sedangkan Bank BRI mulai menampilkan status SI pada sebagian penerima, yang berarti dana siap ditransfer ke rekening masing-masing.
Kondisi ini terutama dialami KPM susulan yang tidak menerima BPNT pada November lalu. Seluruh penyaluran dipastikan berlangsung bertahap sesuai slot distribusi masing-masing bank.
Sebagian besar penerima PKH telah menerima haknya sejak November.
Namun sekitar 30 persen KPM masih tercatat menunggu pencairan susulan. Status mereka di SIKS-NG kini sudah memasuki proses pemeriksaan rekening.
Penyalur menargetkan seluruh pencairan bagi data aktif diselesaikan paling lambat 20 Desember 2025.
Sementara data yang sudah tidak aktif (exclude) tidak dapat menerima bantuan sampai ada pengusulan ulang dari pemerintah daerah.
Penyaluran BLT Kesra Tahap 1 hampir mencapai 100 persen. Pemerintah menyiapkan Tahap 2, namun hanya untuk penerima pengganti, menggantikan kuota tahap pertama yang dinilai tidak memenuhi syarat.
Proses verifikasi calon penerima pengganti telah rampung. Daftar nama resmi (BNBA) masih menunggu finalisasi sebelum disahkan untuk penyaluran.
Program bantuan penebalan berupa dua karung beras (total 20 kg) dan empat liter minyak goreng juga memasuki masa distribusi akhir.
Sejumlah wilayah tertunda karena petugas dialihkan untuk penanganan wilayah terdampak bencana.
Pemerintah menargetkan seluruh distribusi bantuan penebalan selesai sebelum memasuki 2026. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya