Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pencairan BPNT Tahap 4 dan Bansos Lainnya Mengalir Deras, Saldo KKS Banyak Tembus Rp2 Juta

M. Khairullah Zikri • Minggu, 21 Desember 2025 | 01:28 WIB
ilustrasi peserta penerima bantuan sosial.
ilustrasi peserta penerima bantuan sosial.

RadarBuleleng.id - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 pada Jumat (19/12/2025) membawa kejutan besar bagi banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Di berbagai daerah, saldo bantuan sosial dilaporkan masuk secara masif ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), bahkan dengan nominal yang jauh melebihi perkiraan awal.

Sejumlah KPM yang sebelumnya hanya menanti pencairan BPNT sebesar Rp 600 ribu, mendapati saldo di rekening mereka melonjak hingga Rp1 juta, Rp1,5 juta, bahkan menembus angka Rp 2 juta.

Kondisi tersebut memicu antusiasme sekaligus pertanyaan di kalangan penerima bantuan.

Lonjakan saldo tersebut bukanlah kesalahan sistem. Kementerian Sosial melalui mekanisme validasi by system melakukan pemutakhiran data penerima.

Hasilnya, banyak KPM yang sebelumnya hanya tercatat sebagai penerima satu jenis bantuan, kini dinyatakan memenuhi syarat menerima bantuan ganda atau multibansos, yakni kombinasi BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Sebagai contoh, seorang KPM di Bogor dengan komponen balita, anak SD, dan lansia menerima gabungan bantuan BPNT Rp 600 ribu, PKH Balita Rp 750 ribu, PKH SD Rp 225 ribu, serta PKH Lansia Rp 600 ribu. Total dana yang cair mencapai sekitar Rp 2.175.000.

Di Semarang, KPM dengan komponen ibu hamil menerima saldo gabungan BPNT dan PKH sebesar Rp 1.350.000.

Sementara itu, keluarga dengan anak SMP dan SMA menerima tambahan PKH sehingga total saldo mencapai Rp 1.475.000.

Pencairan masif ini terutama menyasar KPM yang baru masuk dalam irisan PKH, pemilik KKS lama era pandemi COVID-19 yang masih aktif, serta keluarga penerima yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos dan kini bermigrasi ke KKS bank Himbara.

Banyak dari mereka baru pertama kali menerima pencairan di kartu baru, sehingga dana masuk dalam bentuk rapelan beberapa tahap sekaligus.

Percepatan penyaluran ini merupakan tindak lanjut instruksi resmi dari Direktorat Jaminan Sosial Kementerian Sosial.

Aparatur sipil negara dan petugas PPPK ditugaskan untuk menyisir daftar penerima yang belum melakukan transaksi penarikan, mencakup BPNT dan PKH tahap 2, 3, dan 4, termasuk bantuan stimulus tambahan dan BLT Kesra. Target nasional penyaluran ditetapkan rampung sebelum 20 Desember 2025.

Hingga pertengahan Desember, progres penyaluran bansos secara nasional dilaporkan telah mencapai sekitar 90 hingga 95 persen.

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan pencairan paling masif, mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Di luar Jawa, pencairan terpantau berlangsung di berbagai wilayah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Papua dan Maluku juga mulai menerima pencairan susulan meski relatif lebih lambat karena kendala geografis dan logistik.

Kementerian Sosial mengimbau seluruh KPM untuk segera mengecek saldo KKS masing-masing melalui ATM atau agen bank penyalur.

Jika dana telah masuk, penerima diminta segera melakukan penarikan atau transaksi agar bantuan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan tidak tertahan terlalu lama di rekening. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kks #bantuan pangan non tunai #saldo #kpm #bantuan sosial #kartu keluarga sejahtera #kementerian sosial #PKG #program keluarga harapan #keluarga penerima manfaat #bantuan #bpnt