Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ngayah Tanpa Pamrih, Koster Janjikan Insentif Rp 50 Juta untuk Pecalang

Eka Prasetya • Sabtu, 7 Februari 2026 | 15:55 WIB

 

SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Bali, Wayan Koster (baju merah) saat menyerahkan baji seragam kepada para pecalang. Ia menjanjikan insentif bagi pecalang sebesar Rp 50 juta per tahun.
SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Bali, Wayan Koster (baju merah) saat menyerahkan baji seragam kepada para pecalang. Ia menjanjikan insentif bagi pecalang sebesar Rp 50 juta per tahun.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster menemui para pecalang di Desa Adat Buleleng. Pertemuan itu berlangsung di Setra Desa Adat Buleleng, pada Sabtu (7/2/2026).

Dalam kesempatan itu ia menyerahkan bantuan seragam kepada para pecalang di desa adat. Tak hanya itu ia juga berdialog dengan pecalang.

Saat berdialog, salah  seorang pecalang menanyakan realisasi janji insentif yang ditujukan kepada pecalang desa adat.

Menanggapi hal itu, Koster mengakui jika pecalang punya peranan dalam pengamanan adat dan ketertiban masyarakat. Bahkan, pecalang kerap dilibatkan pemerintah di luar peran TNI dan Polri.

Untuk itu ia berjanji memberikan insentif kepada para pecalang di seluruh Bali. Insentif akan disalurkan melalui desa adat. 

Skema awal yang dirancang, pemerintah akan memberikan insentif sebanyak Rp 50 juta per desa adat. Insentif akan diberikan per tahun.

Dengan jumlah sekitar 1.500 desa adat se-Bali, Pemprov Bali harus menyiapkan anggaran hingga Rp 75 miliar.

“Kontribusi pecalang sangat besar. Karena itu saya memang memikirkan bagaimana memberi perhatian yang layak kepada pecalang melalui desa adat,” ujar Koster.

Meski demikian, Koster mengakui realisasi insentif tersebut belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. 

Pemprov Bali masih menghitung kemampuan anggaran, di tengah kewajiban menuntaskan sejumlah program prioritas pembangunan.

“Mudah-mudahan 2027 atau paling lambat 2028 bisa direalisasikan. Tidak bisa hanya satu kabupaten, harus se-Bali,” tegas pria asal Desa Sembiran itu.

Ia menegaskan, dana Rp 50 juta per desa adat nantinya khusus dialokasikan sebagai insentif pecalang dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain. 

“Sekarang masih banyak yang harus dikerjakan, seperti perbaikan jalan dan infrastruktur. Mohon sabar dulu,” katanya.

Selain menjanjikan insentif, Gubernur Koster juga menyerahkan bantuan pakaian seragam pecalang kepada Desa Adat Buleleng. 

Sebanyak 503 pecalang yang bertugas di 14 banjar adat menerima seragam lengkap. Mulai dari udeng, baju, kamen, hingga saput. Bantuan tersebut didukung Perumda Kertha Bali Saguna dengan nilai sekitar Rp 250 juta.

Bantuan seragam ini disebut sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi pecalang yang selama ini ngayah tanpa pamrih. 

Koster juga menargetkan pemberian seragam bagi seluruh pecalang se-Bali yang jumlahnya mencapai lebih dari 20 ribu orang.

Salah seorang pecalang, I Nengah Bagus Mahendra berharap agar Koster benar-benar merealisasikan janji insentif tersebut.

“Bukan soal besarannya, yang penting ada perhatian. Selama ini uang bensin pun pakai sendiri, sementara banyak pecalang sudah tua dan bekerja sebagai buruh,” kata pecalang yang bertugas di Banjar Adat Kaliuntu tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#seragam #pecalang #gubernur bali #wayan koster #desa #polri #tni #Desa adat #buleleng #Adat #insentif